Sabtu, 12 Januari 2013

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK PADA MATA PELAJARAN AGAMA BUDDHA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK
PADA MATA PELAJARAN AGAMA BUDDHA


Oleh
Suwito



PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN
INVESTIGASI KELOMPOK
PADA MATA PELAJARAN AGAMA BUDDHA
 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah                       : SMA SARIPUTRA
Mata pelajaran          : AGAMA BUDDHA
Kelas/semester           : X / I (Satu)
Alokasi waktu            : 2 x 45 Menit (2 x pertemuan)
Tahun Pelajaran       : 2010 – 2011


A.     Standar kompetensi
Menjelaskan hukum-hukum kebenaran

B.     Kompetensi dasar
Mendeskripsikan Hukum Karma

C.     Indikator
Ø  Menjelaskan pengertian hukum karma
Ø  Menjelaskan karma menurut sifatnya dan pencetusnya
Ø  Membedakan karma baik dan karma buruk
Ø  Menjelaskan manfaat hukum karma

D.     Tujuan pembelajaran
Ø  Agar siswa mengerti tentang hukum karma
Ø  Agar siswa mengerti tentang karma menurut sifat dan pencetusnya
Ø  Agar siswa dapat membedakan karma baik dan karma buruk
Ø  Agar siswa mengetahui manfaat dari memahami hukum karma

E.     Materi pokok
Hukum Karma

F.      Uraian materi
1.    Apa pengertian hukum karma
2.    Bagaimana karma menurut sifat dan pencetusnya
3.    Apa bedanya karma baik dan karma buruk
4.    Apa manfaatnya mempelajari dan memahami hukum karma



G.    Pendekatan pembelajaran
Pencekatan contexstual teaching and learning (CTL)
Pendekatan deduktif (deductive approach)
pendekatan konsep




H.    Skenario pembelajaran

Pertemuan pertama
1.      Kegiatan awal
Kegiatan pertama setelah masuk kelas adalah “silent sitting”. Guru dan siswa melakukan silent sitting (hening sejenak) untuk menenangkan ruangan yang dipimpin oleh guru/ketua kelas. Setelah itu siswa diminta untuk merasakan dan menikmati keluar masuknya napas secara teratur dan ketenangan kelas. Misalnya dengan cara siswa diminta untuk mengamati ketenangan yang telah diciptakan dalam ruangan tersebut. Pertanyaan yang dapat diajukan berkenaan dengan hal tersebut misalnya:
o   Apa yang kamu rasakan setelah silent sitting (duduk hening)?
o   Bagaimana perasaanmu setelah silent sitting?
o   Bagaimana perasaanmu jika kondisi ruangan rebut?
o   Karma (perbuatan) apa yang telah kamu lakukan?

2.      Kegiatan inti
Kegiatan 1: pengertian dan pembagian hukum karma
Sebeluum siswa belajar, guru membagi siswa dalam beberapa kelompok kecil
Ssecara berkelompok siswa membaca materi pelajaran tentang hukum karma yang didapat dari berbagai sumber.
Siswa meringkas materi tentang pengertian hukum karma dan pembagian hukum karma, siswa berdiskusi dengan kelompoknya serta menyampaikan pemahamannya tentang hukum karma dan pembagiannya. Materi yang dibahas antara lain:
·         Pengertian hukum karma
·         Pembagian karma menurut sifatnya dan
·         Pembagian hukum karma menurut pencetusnya
Setelah membahas hasil diskusi kelompok, salah satu siswa mencatat hasil simpulan dari diskusi yang diperoleh.
Setelah itu ketua kelompok menyampaikan hasil giskusinya di depan kelas dan guru menilai presentasi yang disampaikan oleh masing-masing ketua kelompok tersebut.
Ketua mengumpulkan kertas yang berisi hasil diskusi dari kelompoknya untuk dinilai.
Guru menilai hasil diskusi kelompok yang telah dikumpulkan, dan hasilnya diserahkan kembali kepada siswa (masing-masing kelompok).
Guru memberikan arahan untuk melanjutkan ke sesi berikutnya yaitu mengamati kejadian atau gambar yang dipresentasikan dengan menggunakan slide di depan kelas.



Kegiatan 2: Siapkan gambar-gambar manusia yang telah melakukan karma baik dan karma buruk. Contoh seperti berikut:
Siswa dibagikan selembar kertas untuk menuliskan pendapatnya/komentarnya terhadap gambar yang di pertlihatkan oleh guru.

Gambar 1
Manusia yang melakukan karma baik (perbuatan baik)
Berdana-dengan tulus-bahagia-tanpa penyesalan-dipuji orang-dihormati orang-terlahir
dialam bahagia








Seorang umat memberikan persembahan makanan pada Buddha
 

Seorang umat memberikan persembahan makanan pada pertapa
 















Bhikkhu sedang membacakan doa pemberkahan kepada umat yang berdana makanan.
 

Seorang umat awam memberikan dana jubah pada bante saat bulan Khatina.
 














Gambar 2
Manusia atau makhluk yang telah melakukan karma buruk












Deva mara menggoda seorang Bhikkhu yang sedang bermeditasi
 

Deva mara sedang menggoda pangeran Siddharta yang sedang bertapa di bawah pohon Bodhi
 
                                                                   













Akibat dari tindakan anarkis yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak punya tanggung jawab.
 

Seorang anak sedang berkelahi dengan teman sepermainannya.
 






Kegiatan 3: Setelah melihat gambar yang diperlihatkan oleh guru siswa berdiskusi dengan kelompok masing-masing untuk mengomentari gambar tersebut serta memberikan alasan-alasan.
Sebelum pelajaran selesai, guru memberikan tugas rumah untuk di diskusikan pada pertemuan berikutnya. Masih berkaitan dengan materi yang sebelumnya.

3.      Kegiatan penutup
Kesimpulan sementara terhadap materi “hokum karma” dan pemberian tugas untuk pertemua yang kedua.
Do’a (Namaskara) dipimpin oleh ketua kelas.
Pertemuan ke dua
1.      Kegiatan awal
Kegiatan pertama setelah masuk kelas adalah “silent sitting”. Guru dan siswa melakukan silent sitting (hening sejenak) untuk menenangkan ruangan yang dipimpin oleh guru/ketua kelas. Setelah selesai melakukan “silent sitting” guru memberikan pemahaman bahwa dengan “silent sitting” sebelum memulai pembelajaran pikiran dapat terkonsentrasi dan akan mempermudah menerima palajaran yang akan diberikan oleh guru/teman sekelas. Setelah dirasa siswa paham, guru mengulas kembali tentang pelajaran sebelumnya yaitu berkaitan dengan “hokum karma”.
2.      Kegiatan inti
Siswa melanjutkan diskusi yang dipimpin oleh guru.
Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, berdasarkan gambar yang pernah diperlihatkan pada pertemuan sebelumnya. Materi yang berkaitan dengan hukum karma, yang dibahas antara lain:
a.       Karma menurut sifatnya
Ø  Karma baik (kusala-karma)
Ø Karma buruk (akusala-karma)
b.      Karma menurut pencetusnya
Ø  Karma melalui pikiran (mano-karma)
Ø  Karma melalui ucapan (vaci-karma)
Ø  Karma melalui perbuatan (kaya-karma)
c.       Sutta-sutta yang berkaitan dengan hukum karma
Ø  Anguttara Nikaya III:415
Ø  Samyuta Nikaya I:227
Ø  Anguttara Nikaya IV:62
Ø  Dhammapada ayat 1 dan 2

Mesing-masing kelompok memberikan argumen terhadap penyajian kelompok lain. Setelah itu, siswa diminta untuk membuat resume dari diskusi yang telah dilaksanakan dan resume tersebut diserahkan kepada guru.
3.      Kegiatan penutup
Kesimpulan singkat dari hasil diskusi yang disampaikan oleh guru.
Do’a (Namaskara) dipimpin oleh ketua kelas.

I.       Penilaian
Tes tertulis
Contoh instrument penilaian
1.      Penilaian psikomotorik
No
Nama siswa
Bahasa lisan
Gaya penyampaian
Jumlah Skor
Nilai



















Rambu-rambu penilaian psikomotorik:
· Rentang nilai 0 – 100
· Kecepatan dn kecermatan dipertimbangkan dalam memberi skor
· Nilai akhir =
Jumlah skor
          4
2.      Penilaian afektif (selama proses pembelajaran)
No
Nama siswa
Antusias
Komunikatif
Terbuka
Teliti
Tertib
Jumlah skor
Nilai
1








2








3








4









Rambu-rambu penilaian afektif                                   jumlah skor:

Amat Baik diberi skor 4                                  * 5-8 diberi nilai D
Baik diberi skor 3                                            * 9-12 diberi nilai C
Cukup diberi skor 2                                         * 13-16 diberi nilai B
Kurang diberi skor 1                                       * 17-20 diberi nilai A

3.      Penilaian kognitif
Contoh soal:
a.    Jelaskan pengertian tentang hukum karma!
b.    Apa manfaat bagi kamu setelah mempelajarai hukum karma?
c.    Jelaskan pengertian karma yang muncul melalui pikiran, ucapan dan perbuatan!

Kunci Jawaban:
a.    Hukum karma adalah hokum universal yang mengatur tentang tata laku mahklik hidup. Segala perbuatan mahkluk hidup baik atau buruk itulah yang akan diwarisinya. Seperti binih yang ditabur begitulah buah yang akan dipetiknya.
b.    Manfaat setelah mempelajari tentang hokum karma yaitu akan lebih berhati-hati dalam melakukan segala tindakan baik melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan.
c.    Mano-kamma, vaci-kamma, kaya-kamma
§  Mano kamma adalah perbuatan yang dilakukan oleh pikiran, baik itu pikiran baik maupun pikiran buruk. Misalnya; memikirkan akan membunuh orang lain, berniat jahat (mencuri, merampok dsj), memikirkan keburukan orang dan sejenisnya.
§  Vaci-kamma adalah segala perbuatan baik atau buruk yang keluar melalui ucapan. Misalnya; memfitnah, berucap kotor, berbohong, dan sejenisnya.
§  Kaya-kamma adalah perbuatan baik atau buruk yang dilakukan dengan badan jasmani. Memukul, berbuat asusila, mencuri dan sejenisnya.


J.      Sumber dan media pembelajaran

1.                                  Sumber: Buku Paket Pelajaran Agama Buddha, Buku Sejarah Agama Buddha,  Riwayat Hidup Buddha Gotama, www.samaggipala.com
  1. Alat     : White Board, Gambar/photo, Spidol, power point, laptop, projector.







Mengetahui                                                                             Jambi, 2 Maret 2011
Kepala SMA SARIPUTRA                                                     Guru Mata Pelajaran



Gunawan, S. Ag                                                                     Suwito, S. Ag

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar