Senin, 19 Oktober 2026

MODUL 4.09: TOLERANSI DALAM PERGAULAN

MATERI PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI

MODUL 4.09: TOLERANSI DALAM PERGAULAN

Satuan Pendidikan

SD Sariputra

Kelas / Semester

IV / Ganjil

Tahun Pelajaran

2026–2027


Alokasi Waktu: 2 JP (1x Pertemuan)
Hari Selasa, 20 Oktober 2026

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

1.     Menjelaskan pengertian toleransi dalam pergaulan.

2.     Memahami pentingnya menghargai perbedaan.

3.     Meneladani sikap Buddha Sakyamuni dalam menghargai sesama manusia.

4.     Menunjukkan sikap toleransi di rumah, sekolah, dan rumah ibadah.

5.     Menyelesaikan masalah dalam pergaulan dengan cara yang baik dan damai.

B. Materi Pokok

1. Pengertian Toleransi dalam Pergaulan

Toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan yang dimiliki orang lain. Perbedaan tersebut dapat berupa agama, suku, bahasa, adat istiadat, budaya, pendapat, maupun kebiasaan.

Dalam pergaulan, kita bertemu dengan banyak orang yang memiliki sifat dan latar belakang berbeda. Kita tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain atau menganggap diri sendiri paling benar.

Contoh sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari:

·       Berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan agama dan suku.

·       Mendengarkan pendapat teman ketika berdiskusi.

·       Tidak mengejek teman yang memiliki kebiasaan berbeda.

·       Memberikan kesempatan kepada teman untuk menjalankan ibadahnya.

·       Membantu teman yang mengalami kesulitan.

2. Bhinneka Tunggal Ika

Indonesia memiliki beragam suku, agama, ras, bahasa, budaya, dan adat istiadat. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga.

Semboyan bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu”. Maknanya, meskipun memiliki banyak perbedaan, kita tetap satu bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kita harus hidup rukun, saling menghormati, dan bekerja sama.

Contoh penerapannya di sekolah:

·       Bermain bersama teman yang berbeda agama.

·       Bekerja dalam kelompok tanpa memilih-milih teman.

·       Menghargai pendapat yang berbeda saat musyawarah.

·       Tidak melakukan perundungan karena perbedaan fisik atau latar belakang.

3. Toleransi dalam Ajaran Agama Buddha

Dalam ajaran Buddha, kita diajarkan untuk mengembangkan cinta kasih kepada semua makhluk hidup, menolong sesama, dan tidak menyakiti orang lain. Sikap toleransi dapat dikembangkan melalui nilai-nilai berikut:

Metta (cinta kasih). Menyayangi dan mengharapkan kebahagiaan semua makhluk tanpa membeda-bedakan. Contoh: menyayangi semua teman dan tidak menyakiti perasaan mereka.

Karuna (belas kasih). Memiliki kepedulian terhadap penderitaan orang lain dan berusaha membantu mereka. Contoh: menghibur teman yang sedih dan membantu teman yang kesulitan belajar.

Gotong royong dan saling menolong. Bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang bermanfaat bagi semua orang. Contoh: membersihkan kelas bersama tanpa membedakan latar belakang teman.

Ajaran tersebut mengingatkan kita bahwa cinta kasih tidak hanya diberikan kepada orang yang kita sukai, tetapi juga kepada semua makhluk hidup.

4. Contoh Toleransi dalam Pergaulan

Lingkungan

Contoh Sikap Toleransi

Rumah

Menghargai pendapat anggota keluarga dan membantu pekerjaan rumah.

Sekolah

Berteman tanpa membeda-bedakan, berbagi tugas, dan tidak mengejek teman.

Rumah ibadah

Menjaga ketenangan, menghormati orang yang beribadah, dan menaati tata tertib.

Masyarakat

Mengikuti kerja bakti dan membantu tetangga tanpa memandang perbedaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar