MATERI PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN
AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI
MODUL 4.09: TOLERANSI DALAM PERGAULAN
|
Satuan Pendidikan |
SD Sariputra |
|
Kelas / Semester |
IV / Ganjil |
|
Tahun Pelajaran |
2026–2027 |
Alokasi Waktu: 2 JP (1x Pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta
didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan pengertian toleransi dalam pergaulan.
2. Memahami pentingnya menghargai perbedaan.
3. Meneladani sikap Buddha Sakyamuni dalam menghargai sesama manusia.
4. Menunjukkan sikap toleransi di rumah, sekolah, dan rumah ibadah.
5. Menyelesaikan masalah dalam pergaulan dengan cara yang baik dan
damai.
B. Materi Pokok
1. Pengertian Toleransi dalam Pergaulan
Toleransi adalah sikap menghargai dan
menghormati perbedaan yang dimiliki orang lain. Perbedaan tersebut dapat berupa
agama, suku, bahasa, adat istiadat, budaya, pendapat, maupun kebiasaan.
Dalam pergaulan, kita bertemu dengan banyak
orang yang memiliki sifat dan latar belakang berbeda. Kita tidak boleh
memaksakan kehendak kepada orang lain atau menganggap diri sendiri paling
benar.
Contoh sikap toleransi dalam kehidupan
sehari-hari:
·
Berteman dengan siapa saja
tanpa membeda-bedakan agama dan suku.
·
Mendengarkan pendapat teman
ketika berdiskusi.
·
Tidak mengejek teman yang
memiliki kebiasaan berbeda.
·
Memberikan kesempatan kepada
teman untuk menjalankan ibadahnya.
·
Membantu teman yang mengalami
kesulitan.
2. Bhinneka Tunggal Ika
Indonesia memiliki beragam suku, agama,
ras, bahasa, budaya, dan adat istiadat. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan
bangsa yang harus dijaga.
Semboyan bangsa Indonesia adalah Bhinneka
Tunggal Ika, yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu”. Maknanya, meskipun
memiliki banyak perbedaan, kita tetap satu bangsa Indonesia. Oleh karena itu,
kita harus hidup rukun, saling menghormati, dan bekerja sama.
Contoh penerapannya di sekolah:
·
Bermain bersama teman yang
berbeda agama.
·
Bekerja dalam kelompok tanpa
memilih-milih teman.
·
Menghargai pendapat yang
berbeda saat musyawarah.
·
Tidak melakukan perundungan
karena perbedaan fisik atau latar belakang.
3. Toleransi dalam Ajaran Agama Buddha
Dalam ajaran Buddha, kita diajarkan untuk
mengembangkan cinta kasih kepada semua makhluk hidup, menolong sesama, dan
tidak menyakiti orang lain. Sikap toleransi dapat dikembangkan melalui
nilai-nilai berikut:
Metta
(cinta kasih). Menyayangi dan mengharapkan
kebahagiaan semua makhluk tanpa membeda-bedakan. Contoh: menyayangi semua teman
dan tidak menyakiti perasaan mereka.
Karuna
(belas kasih). Memiliki kepedulian terhadap
penderitaan orang lain dan berusaha membantu mereka. Contoh: menghibur teman
yang sedih dan membantu teman yang kesulitan belajar.
Gotong
royong dan saling menolong. Bekerja bersama untuk
mencapai tujuan yang bermanfaat bagi semua orang. Contoh: membersihkan kelas
bersama tanpa membedakan latar belakang teman.
Ajaran tersebut mengingatkan kita bahwa
cinta kasih tidak hanya diberikan kepada orang yang kita sukai, tetapi juga
kepada semua makhluk hidup.
4. Contoh Toleransi dalam Pergaulan
|
Lingkungan |
Contoh Sikap Toleransi |
|
Rumah |
Menghargai pendapat anggota keluarga dan membantu pekerjaan rumah. |
|
Sekolah |
Berteman tanpa membeda-bedakan, berbagi tugas, dan tidak mengejek
teman. |
|
Rumah ibadah |
Menjaga ketenangan, menghormati orang yang beribadah, dan menaati
tata tertib. |
|
Masyarakat |
Mengikuti kerja bakti dan membantu tetangga tanpa memandang
perbedaan. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar