Kamis, 05 November 2026

MODUL 4.11 — MENGHARGAI PERBEDAAN DALAM KELUARGA

PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI

MATERI PEMBELAJARAN

MODUL 4.11 — MENGHARGAI PERBEDAAN DALAM KELUARGA

KELAS IV / FASE B | SEMESTER GANJIL | TP 2026–2027

Identitas

Keterangan

Mata Pelajaran

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti

Alokasi Waktu

1 pertemuan (3 JP × 35 menit)

Materi Pokok

Delapan Anugerah; Pergaulan di Keluarga; Masalah dalam Pergaulan Keluarga; Teladan Buddha Menghadapi Perbedaan

A. Tujuan Pembelajaran

Peserta didik diharapkan mampu mengadaptasi keteladanan Buddha Sakyamuni dalam menghargai sesama manusia dan menyelesaikan masalah pergaulan di lingkungan terdekat.

Kriteria ketercapaian: peserta didik dapat mengidentifikasi cara Buddha Sakyamuni dalam menghargai sesama manusia serta menunjukkan cara berkomunikasi dan menyelesaikan perbedaan secara baik di lingkungan keluarga.

B. Materi Pembelajaran

1. Kisah Pangeran Siddharta dan Delapan Anugerah

Pangeran Siddharta sangat disayangi ayahnya, Raja Suddhodana. Sebagai putra mahkota, Siddharta hidup berkecukupan dan memperoleh pendidikan yang baik. Raja berharap Siddharta kelak menjadi raja dan mempersiapkannya untuk memimpin kerajaan.

Ketika telah dewasa dan berkeluarga dengan Putri Yasodhara, Pangeran Siddharta merenungkan kenyataan hidup setelah melihat empat peristiwa: orang tua, orang sakit, orang meninggal, dan seorang pertapa. Beliau menyadari bahwa usia tua, sakit, dan kematian merupakan kenyataan yang dialami makhluk hidup. Karena bertekad mencari jalan untuk mengatasi penderitaan, Siddharta meminta izin kepada ayahnya untuk meninggalkan kehidupan istana dan menjadi petapa. Raja Suddhodana tidak mengizinkan karena sangat menyayangi putranya dan berharap Siddharta kelak menjadi raja. Siddharta kemudian menyampaikan delapan anugerah yang dimintanya. Raja menyadari bahwa permintaan tersebut berada di luar kemampuannya untuk dipenuhi.

Delapan anugerah yang dimohonkan Pangeran Siddharta:

Pangeran Siddharta menyampaikan permohonan berikut kepada Raja Suddhodana:

1. Agar Pangeran Siddharta tidak menjadi tua.

2. Agar Pangeran Siddharta tidak menjadi sakit.

3. Agar Pangeran Siddharta tidak mengalami kematian.

4. Agar ayahnya, Raja Suddhodana, tetap bersama beliau.

5. Agar semua wanita yang berada di istana bersama kerabat lainnya tetap hidup.

6. Agar kerajaan tetap seperti keadaan sekarang dan tidak mengalami perubahan.

7. Agar semua orang yang hadir dalam pesta kelahirannya dapat memadamkan nafsu keinginannya.

8. Agar Pangeran Siddharta dapat mengakhiri kelahiran, usia tua, dan kematian.

Raja Suddhodana tidak dapat mengabulkan permohonan tersebut karena manusia tidak dapat menghindari usia tua, sakit, dan kematian, serta tidak dapat menjamin semua keadaan selalu tetap. Siddharta tetap bertekad mencari jalan pembebasan dari penderitaan. Beliau akhirnya meninggalkan istana. Setelah mencapai Penerangan Sempurna dan menjadi Buddha, Beliau kembali ke Kapilavatthu untuk membabarkan Dhamma kepada ayah dan keluarganya.

Makna kisah: Siddharta dan Raja Suddhodana memiliki harapan yang berbeda. Raja ingin putranya tetap tinggal dan menjadi raja, sedangkan Siddharta ingin mencari jalan untuk mengatasi penderitaan. Kisah ini mengajarkan bahwa perbedaan harapan dalam keluarga perlu disikapi dengan saling mendengarkan, memahami alasan masing-masing, dan tetap menjaga kasih sayang serta rasa hormat.

Pelajaran dari kisah ini: anggota keluarga dapat memiliki harapan dan keinginan yang berbeda. Perbedaan perlu dihadapi dengan pikiran terbuka, kebijaksanaan, dan komunikasi yang baik. Kasih sayang keluarga perlu disertai sikap saling mendengarkan dan menghormati.

2. Pergaulan yang Baik di dalam Keluarga

Keluarga merupakan lingkungan terdekat tempat kita belajar bergaul. Setiap anggota keluarga perlu menjaga etika dan sopan santun agar tercipta hubungan yang harmonis.

·       Anak berbicara dengan sopan kepada ayah dan ibu.

·       Orang tua berkomunikasi dengan bahasa yang penuh cinta kasih kepada anak-anak.

·       Kakak berbicara dengan ramah kepada adik.

·       Adik menghormati dan berbicara dengan santun kepada kakak.

·       Setiap anggota keluarga saling menghargai, menjaga, memahami, dan melengkapi.

Walaupun tinggal dalam satu keluarga, setiap orang tetap mempunyai perbedaan, misalnya usia, kesukaan, kebiasaan, pendapat, kebutuhan, dan keinginan. Perbedaan bukan alasan untuk bertengkar. Dengan komunikasi yang baik dan saling pengertian, perbedaan dapat diselesaikan.

3. Masalah dalam Pergaulan Keluarga

Setiap orang mempunyai keinginan. Keinginan orang tua dan anak, atau antara kakak dan adik, terkadang tidak sama. Perbedaan keinginan dapat menimbulkan masalah apabila setiap orang memaksakan kehendak atau tidak mau mendengarkan orang lain.

Masalah dapat diatasi dengan pikiran terbuka dan saling pengertian. Orang tua memiliki harapan kepada anak-anak dengan pertimbangan tertentu, termasuk kebaikan anak dalam jangka panjang. Karena itu, komunikasi yang sehat sangat penting untuk membangun suasana keluarga yang harmonis.

4. Teladan Buddha dalam Menghadapi Perbedaan

Buddha membabarkan ajaran sesuai dengan kebutuhan para pendengarnya. Hal ini menunjukkan kebijaksanaan dalam memahami keadaan dan kebutuhan orang lain.

Dalam Anguttara Nikaya, Tiga Pelajar, 33 (Mata Pita Sutta), disampaikan bahwa tidak ada cara untuk membalas sepenuhnya kebaikan orang tua, kecuali dengan membimbing mereka ke Jalan Dhamma. Pesan ini dapat diterapkan dengan menghormati orang tua, berperilaku baik, mendengarkan nasihat, dan menunjukkan rasa terima kasih melalui tindakan sehari-hari.

5. Cara Menghargai Perbedaan dan Menyelesaikan Masalah di Rumah

1.     Mengenali bahwa setiap anggota keluarga dapat memiliki kesukaan, pendapat, dan keinginan yang berbeda.

2.     Mendengarkan penjelasan anggota keluarga tanpa memotong pembicaraan.

3.     Menyampaikan pendapat dengan kata-kata yang sopan dan nada suara yang baik.

4.     Berusaha memahami alasan dan kebutuhan anggota keluarga lain.

5.     Mencari kesepakatan yang dapat diterima bersama.

6.     Meminta maaf jika melakukan kesalahan dan memaafkan anggota keluarga.

C. Rangkuman

Menghargai perbedaan dalam keluarga berarti menerima bahwa setiap anggota keluarga memiliki keinginan, pendapat, kebiasaan, dan kebutuhan yang tidak selalu sama. Etika sopan santun, komunikasi penuh kasih sayang, pikiran terbuka, dan saling pengertian membantu menyelesaikan masalah. Kita dapat meneladani kebijaksanaan Buddha dalam memahami kebutuhan orang lain serta menghormati orang tua melalui perilaku yang baik.

Keluarga yang damai dibangun dengan saling menghargai, saling memahami, dan berkomunikasi dengan cinta kasih.


Oleh: Suwito, S.Ag., M.Pd., Gr.
Pertemuan Pertama disampaikan pada 5 November 2026.

Selasa, 03 November 2026

ASESMEN MODUL 4.10 — MENGHORMATI PERBEDAAN

PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI

LATIHAN SOAL MODUL 4.10 — MENGHORMATI PERBEDAAN

SD SARIPUTRA | KELAS IV | SEMESTER GANJIL | TP 2026–2027


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Nama: .....................................................   Kelas: ................   Tanggal: ........................

A.  Bacalah setiap bacaan atau informasi dengan cermat. Jawablah pertanyaan di bawah ini. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D!

1.   Pada pentas kelas, Danu ingin kelompoknya hanya menampilkan tarian dari daerah asalnya. Lili mengusulkan pertunjukan yang memadukan beberapa tarian daerah karena anggota kelompok berasal dari daerah yang berbeda. Danu berkata, “Tarian dari daerahku saja yang paling bagus.” Keputusan manakah yang paling menunjukkan sikap menghormati perbedaan budaya?

A.    Menyetujui keinginan Danu agar diskusi segera selesai.

B.    Membatalkan pertunjukan karena anggota kelompok memiliki budaya yang berbeda.

C.    Mendengarkan semua usulan, lalu menyepakati pertunjukan yang memberi ruang bagi beragam budaya.

D.    Meminta Lili tidak menyampaikan pendapat agar kelompok tidak berselisih.

2.   Niko baru pindah sekolah. Ia terkadang menggunakan kosakata dan logat dari bahasa daerah asalnya. Dua teman menirukan cara bicaranya sambil tertawa. Akibatnya, Niko menjadi enggan berbicara di kelas. Jika kamu menjadi ketua kelas, tindakan manakah yang paling tepat untuk mengatasi keadaan tersebut?

A.    Meminta Niko mengubah logatnya agar tidak ditertawakan.

B.    Mengingatkan teman-teman agar tidak mengejek dan mengajak Niko kembali aktif dalam kegiatan kelas.

C.    Membiarkan kejadian tersebut karena dianggap sebagai candaan biasa.

D.    Meminta Niko bergabung dengan kelompok yang jarang berdiskusi.

3.   Sekelompok siswa merencanakan latihan drama. Jadwal yang diusulkan ternyata bersamaan dengan waktu ibadah salah satu anggota. Anggota tersebut mengusulkan waktu lain yang memungkinkan semua anggota hadir. Mengapa kelompok sebaiknya mempertimbangkan usulan perubahan jadwal tersebut?

A.    Karena setiap keputusan kelompok harus mengikuti keinginan satu anggota.

B.    Karena latihan drama tidak perlu dilaksanakan jika jadwal awal berubah.

C.    Karena anggota yang beribadah harus menentukan seluruh kegiatan kelompok.

D.    Karena kebutuhan setiap anggota perlu dipertimbangkan agar semua dapat berpartisipasi secara adil.

4.   Dalam pameran kelas, Tara membawa makanan khas keluarganya. Beberapa siswa belum pernah melihat makanan tersebut dan menyebutnya aneh. Bima justru ingin mengetahui bahan serta cara pembuatannya. Pertanyaan manakah yang sebaiknya disampaikan Bima untuk menunjukkan sikap terbuka terhadap budaya keluarga Tara?

A.    “Bolehkah kamu menceritakan bahan dan makna makanan ini bagi keluargamu?”

B.    “Mengapa keluargamu tidak membuat makanan yang sama seperti keluargaku?”

C.    “Apakah kamu tidak malu membawa makanan yang berbeda?”

D.    “Bolehkah makanan ini disingkirkan dari meja pameran?”

5.   Dua calon ketua kelompok sama-sama memiliki kemampuan memimpin yang baik. Namun, sebagian siswa ingin memilih salah satu calon hanya karena berasal dari suku yang sama dengan mereka. Pertimbangan manakah yang paling adil dalam menentukan ketua kelompok?

A.    Kesamaan suku antara calon dan sebagian besar anggota kelompok.

B.    Jumlah teman dekat yang dimiliki setiap calon.

C.    Tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, dan kesediaan mendengarkan pendapat anggota.

D.    Pilihan secara acak tanpa mempertimbangkan gagasan kedua calon.

B.  Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar!

Bacaan untuk soal nomor 1 — Teman Baru di Lingkungan Rumah

Ardi baru pindah dari daerah lain. Ia berbicara dengan logat yang berbeda dan belum mengenal permainan anak-anak di lingkungan barunya. Beberapa anak tidak mengajaknya bermain karena menganggapnya berbeda.

1.     Tuliskan dua keadaan yang dialami Ardi berdasarkan bacaan. Kemudian, jelaskan dua tindakan yang dapat kamu lakukan agar Ardi merasa diterima.

.............................................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................

Bacaan untuk soal nomor 2 — Hari Budaya

Kelas IV diminta menampilkan dua unsur budaya daerah. Sari ingin memperkenalkan lagu daerah keluarganya, sedangkan Made ingin menampilkan pakaian adat. Waktu pertunjukan terbatas.

2.     Jelaskan dua langkah yang perlu dilakukan kelompok untuk mencapai keputusan yang adil. Berikan satu contoh kesepakatan yang dapat mengakomodasi kedua usulan.

.............................................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................

Bacaan untuk soal nomor 3 — Pesan di Grup Kelas

Seorang siswa mengirim gambar yang mengejek tradisi suatu daerah ke grup kelas. Beberapa siswa menanggapinya dengan tawa, tetapi seorang teman merasa tersinggung.

3.     Jelaskan mengapa tindakan tersebut bertentangan dengan nilai cinta kasih (mettā). Tuliskan dua cara menanggapi kejadian itu tanpa memperkeruh keadaan.

.............................................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................

Bacaan untuk soal nomor 4 — Kerja Bakti Warga

Warga dari berbagai agama dan suku akan membersihkan taman bersama. Mereka dapat membantu dengan menyapu, menanam, mengangkut sampah, atau menyiapkan air minum. Namun, seorang anak mengatakan bahwa hanya warga yang seagama dengannya yang boleh ikut.

4.     Jelaskan dua dampak yang mungkin timbul akibat perkataan anak tersebut. Usulkan cara pembagian tugas yang adil tanpa membedakan agama atau suku.

.............................................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................

Bacaan untuk soal nomor 5 — Berbeda Pendapat

Saat memilih tema poster, Lani mengusulkan tema persatuan, sedangkan Putu mengusulkan tema kekayaan bahasa daerah. Keduanya mulai saling menyela saat menyampaikan pendapat.

5.     Tuliskan tiga langkah yang dapat dilakukan anggota kelompok untuk menyelesaikan perbedaan pendapat tersebut. Kemudian, buat satu judul poster yang menggabungkan kedua gagasan.

.............................................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................

 

C. Refleksi Peserta Didik

☐ Saya dapat mengenali perbedaan identitas dan budaya di sekitar saya.

☐ Saya bersedia mendengarkan pendapat teman yang berbeda.

☐ Saya berani menolak ejekan terhadap identitas atau budaya orang lain.

 

Satu tindakan menghormati perbedaan yang akan saya lakukan minggu ini:

..........................................................................................................................


Soal latihan diberikan pada selasa, 3 November 2026.

A.     Kunci Pilihan Ganda

No.

Kunci

Alasan

1

C

Mengakomodasi usulan anggota dan memberi ruang bagi keragaman budaya.

2

B

Menghentikan ejekan sekaligus memulihkan kesempatan Niko untuk berpartisipasi.

3

D

Menghargai kebutuhan anggota sambil mempertahankan tujuan bersama.

4

A

Menunjukkan rasa ingin tahu secara santun, bukan merendahkan budaya lain.

5

C

Menilai kualitas kepemimpinan, bukan kesamaan identitas.

Penskoran: benar = 4; salah atau tidak dijawab = 0. Skor maksimum = 20.

B.     Jawaban Esai dan Indikator Skor

1.     _ jawaban: Dua keadaan: logat Ardi berbeda; ia belum mengenal permainan setempat (atau ia tidak diajak bermain). Dua tindakan: mengajak Ardi bermain; menjelaskan aturan permainan; menegur teman yang mengucilkan; atau mengajak berkenalan.

2.     _ jawaban: Langkah: 1). memberi kesempatan Sari dan Made menjelaskan usulan; 2). membahas keterbatasan waktu dan bermusyawarah. Kesepakatan: menyanyikan lagu daerah sambil memperagakan pakaian adat dengan pengantar singkat.

3.     _ jawaban: Ejekan dapat melukai perasaan dan merendahkan budaya orang lain sehingga bertentangan dengan mettā. Tindakan: 1). tidak ikut menyebarkan gambar, 2). mengingatkan pengirim dengan sopan, 3). mendukung teman yang tersinggung, atau meminta bantuan guru.

4.     _ jawaban: Dampak: 1). warga dapat merasa dikucilkan; 2). kerja sama/kerukunan terganggu.

Tugas dibagi menurut kemampuan, kebutuhan, dan kesepakatan; semua warga boleh ikut tanpa diskriminasi.

5.     _ jawaban: Langkah: 1). menenangkan suasana; 2). memberi giliran bicara; 3). mendengarkan alasan kedua pihak dan bermusyawarah mencari titik temu. Contoh judul: “Beragam Bahasa, Satu Indonesia”.

 

Jawaban lain dapat diterima apabila benar, relevan dengan bacaan, dan memenuhi indikator. Maksimum esai = 20. Total maksimum = 40. Nilai akhir = (skor diperoleh ÷ 40) × 100.

Rabu, 28 Oktober 2026

MODUL 4.10 — MENGHORMATI PERBEDAAN

PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI

MODUL 4.10 — MENGHORMATI PERBEDAAN

Kelas/Fase: IV/B  |  Semester: Ganjil  |  Tahun Pelajaran: 2026–2027  |  Alokasi: 4 × 35 menit

A. Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu merefleksikan keterbukaan untuk menghargai perbedaan identitas dan budaya orang lain di lingkungan tempat tinggalnya. Secara khusus, peserta didik dapat:

·       Mengidentifikasi contoh perbedaan identitas dan budaya di lingkungan sekitar.

·       Menjelaskan alasan setiap orang patut dihormati meskipun berbeda.

·       Menganalisis persoalan sederhana yang timbul karena perbedaan dan menentukan tindakan yang adil.

·       Menunjukkan sikap terbuka, peduli, dan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari.

B. Materi Pembelajaran

1.      Apa itu perbedaan identitas dan budaya?

Setiap manusia memiliki identitas, yaitu ciri atau keterangan tentang dirinya. Identitas dapat mencakup nama, asal daerah, bahasa, agama, suku, serta kebiasaan keluarga. Budaya mencakup antara lain pakaian adat, makanan khas, kesenian, bahasa daerah, dan tradisi. Kita dapat berbeda identitas dan budaya, tetapi memiliki martabat yang sama sebagai manusia.

2.      Makna menghormati perbedaan

Menghormati perbedaan berarti mengakui bahwa orang lain boleh memiliki identitas, keyakinan, pendapat, dan kebiasaan yang tidak sama dengan kita. Kita tidak harus meniru seluruh kebiasaan orang lain, tetapi wajib bersikap sopan, tidak mengejek, tidak memaksa, serta memberi kesempatan yang adil.

·       Mendengarkan teman yang berbicara dengan logat daerah berbeda tanpa menertawakan.

·       Mengajak semua teman ikut bekerja kelompok berdasarkan kemampuan, bukan suku atau agamanya.

·       Menghormati teman yang sedang menjalankan ibadah atau tradisi keluarganya.

·       Bertanya dengan santun ketika ingin mengetahui kebiasaan budaya yang belum dipahami.

3.     Nilai Buddhis yang mendukung penghormatan

a.     Metta (cinta kasih) mengajarkan kita mengharapkan kebahagiaan semua makhluk.

b.     Karuna (belas kasih) mendorong kita membantu mereka yang mengalami kesulitan.

c.     Upekkha (keseimbangan batin) membantu kita bersikap adil, tidak memihak hanya karena seseorang mirip dengan diri kita.

Nilai-nilai ini diwujudkan melalui ucapan yang baik, tindakan yang tidak menyakiti, dan kepedulian kepada sesama.

4. Menghormati perbedaan bukan berarti membiarkan tindakan buruk

Jika ada teman mengejek bahasa daerah, kita perlu menegurnya dengan santun dan membela teman yang diejek. Menghormati pendapat tidak berarti menerima perundungan, kekerasan, atau ketidakadilan. Saat berbeda pendapat, dengarkan alasan, bicarakan dengan tenang, dan cari keputusan bersama.

5.      Contoh di rumah, sekolah, dan masyarakat

Lingkungan

Tindakan nyata

Rumah

Mendengarkan kebiasaan dan pendapat anggota keluarga dengan sopan.

Sekolah

Menghargai bahasa, makanan, budaya, serta kemampuan teman; membagi peran secara adil.

Masyarakat

Ikut kerja bakti dan menghormati tradisi tetangga tanpa memaksakan keyakinan.


C. Bacaan Penguatan

Festival Budaya di Sekolah

Kelas IV menyiapkan pameran budaya. Mei membawa gambar tradisi keluarganya, Raka mengenalkan makanan khas daerahnya, dan Sinta menyiapkan cerita dalam bahasa daerah. Saat Sinta berlatih, seorang teman menertawakan logatnya. Mei mengingatkan bahwa bahasa daerah adalah bagian dari kekayaan Indonesia. Mereka lalu memberi kesempatan kepada Sinta menjelaskan arti beberapa kata. Pameran menjadi lebih menarik karena setiap anak merasa diterima.

Pesan bacaan: Perbedaan dapat menjadi sumber pengetahuan dan persahabatan jika kita saling menghargai.