Selasa, 27 Oktober 2026

ASESMEN MODUL 4.09: TOLERANSI DALAM PERGAULAN

MATERI PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI

LATIHAN SOAL

MODUL 4.09: TOLERANSI DALAM PERGAULAN

Nama Lengkap: _______________________ (Kelas 4: ______)

Satuan Pendidikan

SD Sariputra

Kelas / Semester

IV / Ganjil

Tahun Pelajaran

2026–2027

A. Tujuan Latihan

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

1.       Murid mampu menjelaskan pengertian toleransi dalam pergaulan.

2.       Murid mampu memahami pentingnya menghargai perbedaan.

3.       Murid mampu meneladani sikap Buddha Sakyamuni dalam menghargai sesama manusia.

4.       Murid mampu menunjukkan sikap toleransi di rumah, sekolah, dan rumah ibadah.

5.       Murid mampu menyelesaikan masalah dalam pergaulan dengan cara yang baik dan damai.

B. Latihan Soal

1.       Apa yang dimaksud dengan toleransi dalam pergaulan?

2.       Apa arti semboyan Bhinneka Tunggal Ika?

3.       Sebutkan tiga contoh sikap toleransi di sekolah!

4.  Mengapa kita harus melakukan gotong royong  meskipun memiliki perbedaan agama atau budaya?

5.   Ketika kamu berbeda pendapat dengan teman saat mengerjakan tugas kelompok, apa yang sebaiknya kamu lakukan? Jelaskan!

C. Refleksi Diri Peserta Didik

Berilah tanda centang (✓) pada pernyataan yang sesuai dengan dirimu.

☐  Saya menghargai teman yang berbeda agama dan budaya.

☐  Saya tidak mengejek teman yang memiliki perbedaan.

☐  Saya mau bekerja sama dengan semua teman.

☐  Saya menyelesaikan perselisihan dengan berbicara baik-baik.

☐  Saya berusaha mengembangkan cinta kasih kepada semua makhluk.

Tuliskan satu sikap toleransi yang akan kamu lakukan mulai hari ini:

........................................................................................................................

........................................................................................................................

Mari saling menghormati, menyayangi, dan menolong. Perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan, melainkan kesempatan untuk belajar hidup rukun dan bahagia bersama.

 

D. Kunci Jawaban Latihan Soal

1.     Toleransi dalam pergaulan adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan yang dimiliki orang lain

2.     Berbeda-beda tetapi tetap satu.

3.     Berteman tanpa membeda-bedakan agama atau suku; menghargai pendapat teman ketika berdiskusi; membantu teman yang mengalami kesulitan.

4.     Karena gotong royong mempererat persaudaraan, menciptakan kerukunan, dan memberikan manfaat bagi semua orang.

5.     Saya sebaiknya tetap tenang, mendengarkan pendapat teman, menyampaikan pendapat dengan sopan, dan mencari kesepakatan bersama tanpa bertengkar.


Diujikan pada Kamis, 22 Oktober 2026.

 

ASESMEN PAB KELAS 4 MODUL 4.07 & 4.08

ASESMEN PILIHAN GANDA

PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI

KELAS IV SD SARIPUTRA KOTA JAMBI

Materi 4.07: Berbagi Pengalaman Pribadi tentang Perbedaan

Materi 4.08: Menghargai Sesama Umat Buddha

Nama: ____________________________________    Kelas: __________    Tanggal: ______________

Petunjuk: Bacalah setiap bacaan atau informasi dengan cermat. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.

Bacaan untuk soal nomor 1–3

Di kelas IV, siswa memiliki kebiasaan dan kesukaan yang beragam. Saddha menyukai makanan pedas, sedangkan Metta lebih menyukai makanan manis. Raka terbiasa menggunakan bahasa daerah bersama keluarganya, sedangkan Citra menggunakan bahasa daerah yang berbeda. Ketika mereka berbagi pengalaman, beberapa siswa mengetahui hal-hal baru tentang kebiasaan teman-temannya. Guru mengingatkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk mengejek atau menjauhi teman. Setiap pengalaman dapat menjadi kesempatan untuk saling belajar.

1.     Berdasarkan bacaan, manfaat utama kegiatan berbagi pengalaman tersebut adalah ....

A. mengetahui kebiasaan mana yang paling baik untuk diikuti semua siswa

B. membantu siswa memahami perbedaan dan belajar menghargai pengalaman orang lain

C. menentukan siswa yang memiliki kebiasaan paling menarik

D. mengurangi perbedaan agar semua siswa memiliki kebiasaan yang sama

2.     Setelah mendengar cerita Metta tentang makanan kesukaannya, Saddha berkata, “Aku tidak menyukai makanan manis, tetapi aku senang mengetahui kesukaanmu.” Sikap Saddha menunjukkan bahwa ia ....

A. belum memahami perbedaan karena tidak menyukai makanan yang sama

B. menganggap kesukaannya sendiri lebih baik daripada kesukaan Metta

C. menghargai perbedaan tanpa harus memiliki kesukaan yang sama

D. ingin mengubah kesukaan Metta agar sama dengannya

3.     Seorang siswa merekam cerita pribadi temannya ketika kegiatan berbagi pengalaman, kemudian menyebarkannya ke grup kelas tanpa izin. Tindakan tersebut tidak sesuai karena ....

A. setiap cerita pribadi harus dirahasiakan dari semua orang dalam keadaan apa pun

B. kegiatan berbagi pengalaman hanya boleh dilakukan oleh siswa yang pandai bercerita

C. pengalaman teman tidak boleh dijadikan bahan pembelajaran

D. berbagi pengalaman harus disertai sikap menghormati privasi dan perasaan orang lain

Bacaan untuk soal nomor 4–6

Tabib Jivaka dikenal sebagai orang yang memiliki kemampuan mengobati penyakit. Ia merawat Buddha ketika Buddha mengalami luka. Jivaka juga melayani orang lain yang membutuhkan pertolongan. Ia tidak membedakan pasien berdasarkan kedudukan mereka, baik raja maupun orang biasa.
Kisah Jivaka mengajarkan bahwa pengetahuan dan kemampuan sebaiknya digunakan untuk membantu sesama dengan cinta kasih dan kepedulian.

4.     Jika seorang siswa memiliki kemampuan matematika yang baik, tindakan yang paling sesuai dengan keteladanan Jivaka adalah ....

A. membantu teman memahami materi tanpa merendahkan teman yang belum menguasainya

B. hanya membantu teman yang selalu mendapatkan nilai tinggi

C. meminta teman memberikan hadiah sebelum dibantu

D. mengerjakan semua tugas teman agar dianggap paling pandai

5.     Mengapa tindakan Jivaka yang melayani raja maupun orang biasa penting untuk diteladani?

A. Karena orang yang memiliki kemampuan tinggi harus selalu mendapat penghormatan lebih.

B. Karena membantu orang lain akan selalu menghasilkan keuntungan pribadi.

C. Karena setiap orang layak mendapatkan kepedulian tanpa dibeda-bedakan berdasarkan kedudukannya.

D. Karena hanya orang yang memiliki kedudukan tinggi yang dapat menentukan siapa yang perlu dibantu.

6.     Perhatikan tindakan berikut. (1) Membantu teman yang kesulitan belajar. (2) Mengejek teman yang memiliki kemampuan berbeda. (3) Mendengarkan cerita teman dengan penuh perhatian. (4) Menolong hanya teman yang dapat memberikan imbalan. Tindakan yang sesuai dengan nilai cinta kasih dan kepedulian dalam kisah Jivaka ditunjukkan oleh ....

A. 1 dan 2

B. 1 dan 3

C. 2 dan 4

D. 3 dan 4

Bacaan untuk soal nomor 7–9

Pada hari Minggu, beberapa anak mengikuti puja bakti di vihara. Mereka berasal dari keluarga dengan kebiasaan, bahasa, dan tradisi yang berbeda. Ketika puja bakti berlangsung, Danu melihat seorang temannya memainkan telepon genggam. Di sisi lain, seorang umat lanjut usia tampak kesulitan berjalan menuju ruang puja bakti.
Danu ingin membantu menciptakan suasana vihara yang nyaman bagi semua umat.

7.     Tindakan yang paling tepat dilakukan Danu terhadap temannya yang memainkan telepon genggam saat puja bakti adalah ....

A. mengambil telepon genggam temannya tanpa izin

B. menegurnya dengan suara keras di depan seluruh umat

C. membiarkannya karena setiap orang bebas melakukan apa saja di vihara

D. mengingatkannya dengan sopan agar menghormati orang yang sedang beribadah

8.     Danu kemudian menawarkan bantuan kepada umat lanjut usia tersebut. Nilai Buddhis yang paling langsung ditunjukkan oleh tindakan Danu adalah ....

A. Karuna, yaitu welas asih dan kepedulian terhadap orang yang mengalami kesulitan

B. Khanti, yaitu kesabaran menghadapi perbedaan pendapat

C. Sila, yaitu menjaga perilaku dan ucapan agar tidak menyakiti orang lain

D. Metta, yaitu mengharapkan kebahagiaan semua makhluk

9.     Seorang teman Danu mengatakan bahwa cara berdoa keluarganya paling benar dan cara berdoa keluarga lain buruk. Tanggapan yang paling tepat berdasarkan materi “menghargai sesame umat Buddha” adalah ....

A. menyetujui pendapat tersebut karena setiap keluarga boleh merendahkan keluarga lain

B. meminta semua umat menggunakan cara berdoa yang sama

C. menjelaskan dengan sopan bahwa perbedaan kebiasaan perlu dihormati selama tidak mengganggu orang lain dan tata tertib vihara tetap dipatuhi

D. menjauhi teman tersebut agar tidak terlibat dalam perbedaan pendapat

Bacaan untuk soal nomor 10–12

Dalam persiapan kegiatan di vihara, kelompok Saddha ingin menghias ruangan dengan bunga, sedangkan kelompok Metta mengusulkan hiasan dari kertas buatan sendiri. Kedua kelompok menganggap usul mereka paling baik. Akibatnya, mereka saling menyalahkan dan pekerjaan menjadi terhambat.
Seorang teman mengusulkan agar setiap kelompok menjelaskan alasannya, kemudian bersama-sama memilih hiasan yang sesuai dengan tujuan kegiatan dan kemampuan yang tersedia.

10.  Mengapa usulan agar setiap kelompok menjelaskan alasannya lalu memilih hiasan bersama merupakan penyelesaian paling tepat?

A. Karena kelompok yang memiliki anggota lebih banyak seharusnya selalu menang.

B. Karena setiap kelompok diberi kesempatan menyampaikan pendapat dan mencari kesepakatan bersama.

C. Karena salah satu kelompok harus mengalah tanpa menjelaskan pendapatnya.

D. Karena perbedaan pendapat sebaiknya diselesaikan dengan menghentikan seluruh kegiatan.

11.  Jika Saddha memaksakan pendapat karena merasa kelompoknya lebih berpengalaman, perilaku tersebut paling dekat dengan masalah dalam kisah enam kelompok bhikkhu, yaitu ....

A. menggunakan pengetahuan untuk membantu orang lain

B. menjaga tata tertib dan keselamatan bersama

C. merasa lebih berhak sehingga merendahkan hak atau pendapat kelompok lain

D. memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menyampaikan pendapat

12.  Sikap yang sebaiknya dilakukan kedua kelompok agar pekerjaan kembali berjalan dengan baik adalah ....

A. mendengarkan alasan masing-masing, berbicara dengan sopan, dan mencari keputusan yang adil

B. memilih satu kelompok untuk mengerjakan seluruh pekerjaan

C. membiarkan perselisihan berlangsung sampai salah satu kelompok menyerah

D. meminta kelompok yang berbeda pendapat meninggalkan kegiatan

Data untuk soal nomor 13–14

Empat siswa menceritakan pengalaman tentang perbedaan dalam kegiatan kelas:
• Raka: mengenal permainan tradisional dari daerah lain.
• Citra: belajar beberapa kata dari bahasa daerah temannya.
• Saddha: mendengarkan tradisi keluarga temannya.
• Metta: membantu teman yang kesulitan memahami pelajaran.

13.  Kesimpulan yang paling tepat berdasarkan informasi tentang pengalaman Raka, Citra, Saddha, dan Metta adalah ....

A. pengalaman yang berkaitan dengan budaya lebih penting daripada pengalaman lainnya

B. hanya pengalaman yang berkaitan dengan bahasa yang dapat menambah pengetahuan

C. pengalaman yang berbeda dapat memperluas pengetahuan dan menjadi kesempatan untuk saling membantu

D. pengalaman pribadi tidak bermanfaat jika tidak dialami oleh semua siswa

14.  Seorang siswa menyimpulkan bahwa keempat anak memiliki pengalaman yang sama karena semuanya belajar dari teman. Penilaian paling tepat terhadap kesimpulan tersebut adalah ....

A. benar, karena semua kegiatan belajar pasti memiliki isi yang sama

B. kurang tepat, karena pengalaman mereka berbeda, meskipun semuanya dapat menjadi kesempatan untuk belajar

C. benar, karena perbedaan pengalaman tidak perlu diperhatikan

D. kurang tepat, karena hanya pengalaman Raka yang dapat memberikan pengetahuan baru

Bacaan untuk soal nomor 15–17

Dikisahkan bahwa enam bhikkhu berselisih dengan kelompok bhikkhu lainnya mengenai penggunaan sebuah bangunan di Vihara Jetavana. Kelompok enam bhikkhu merasa lebih berhak karena menganggap diri mereka lebih senior. Ketika kelompok lain tidak memberikan tempat itu, mereka menggunakan kekerasan hingga bhikkhu lain kesakitan.
Buddha menegur tindakan tersebut dan mengingatkan bahwa perbedaan pendapat harus diselesaikan dengan bijaksana. Merasa lebih tua atau lebih berpengalaman tidak memberikan hak untuk menyakiti orang lain.

15.  Berdasarkan kisah enam kelompok bhikkhu, penyebab utama perselisihan semakin buruk adalah ....

A. kedua kelompok memiliki latar belakang yang berbeda

B. bangunan vihara digunakan untuk kegiatan keagamaan

C. kelompok bhikkhu ingin menyelesaikan masalah dengan berdiskusi

D. kelompok enam bhikkhu merasa lebih berhak dan menggunakan kekerasan

16.  Jika kamu berselisih dengan teman karena berebut tugas kelompok, tindakan yang paling sesuai dengan pesan kisah tersebut adalah ....

A. membicarakan masalah dengan tenang dan mencari pembagian tugas yang adil

B. menggunakan kekuatan agar teman mengikuti keinginanmu

C. menolak berbicara dengan teman sampai ia meminta maaf

D. meminta teman lain memihak kelompokmu agar kamu menang

17.  Seorang siswa berkata, “Saya lebih lama menjadi anggota kelompok, jadi pendapat saya harus selalu diterima.” Penilaian yang paling tepat adalah ....

A. benar, karena pengalaman selalu membuat pendapat seseorang paling tepat

B. benar, karena anggota yang lebih baru tidak boleh menyampaikan pendapat

C. kurang tepat, karena pengalaman perlu disertai sikap rendah hati dan penghargaan terhadap orang lain

D. kurang tepat, karena orang yang berpengalaman tidak boleh memberikan saran

Bacaan untuk soal nomor 18–20

Dalam kegiatan berbagi pengalaman, Lani menceritakan bahwa ia pernah diejek karena menggunakan bahasa daerah ketika berbicara dengan keluarganya. Ia merasa sedih dan menjadi takut bercerita di depan teman-temannya.
Setelah mendengar cerita itu, beberapa siswa meminta maaf karena pernah menertawakan cara bicara Lani. Mereka kemudian sepakat untuk mendengarkan cerita teman dengan baik, tidak mengejek perbedaan, dan menjaga cerita pribadi teman.

18.  Sikap teman-teman Lani setelah mendengarkan ceritanya menunjukkan bahwa berbagi pengalaman dapat ....

A. membuat semua siswa memiliki pengalaman yang sama

B. membantu siswa memahami perasaan orang lain dan memperbaiki perilaku

C. membuktikan bahwa pengalaman seseorang selalu lebih benar daripada pengalaman orang lain

D. menghilangkan seluruh perbedaan di dalam kelas

19.  Jika seorang teman bercerita tentang pengalaman yang membuatnya sedih, tanggapan yang paling menunjukkan empati adalah ....

A. “Kamu seharusnya tidak merasa sedih karena itu masalah kecil.”

B. “Ceritamu lucu sekali. Aku akan menceritakannya kepada teman lain.”

C. “Itu salahmu sendiri karena kamu berbeda dari teman-temanmu.”

D. “Terima kasih sudah bercerita. Aku memahami bahwa pengalaman itu membuatmu sedih.”

20.  Tindakan I: mendengarkan cerita teman tanpa mengejek dan menjaga kerahasiaannya. Tindakan II: mengingatkan teman yang mengganggu puja bakti dengan sopan dan membantu umat yang mengalami kesulitan. Kesimpulan paling tepat adalah ....

A. kedua tindakan menunjukkan penghargaan terhadap sesama melalui empati, kesantunan, dan kepedulian

B. Tindakan I hanya penting di kelas, sedangkan tindakan II hanya penting di vihara

C. kedua tindakan hanya perlu dilakukan jika orang lain terlebih dahulu berbuat baik

D. kedua tindakan bertujuan agar kita dianggap lebih baik daripada orang lain


 




KUNCI JAWABAN DAN PEDOMAN PENSKORAN

Jawaban yang benar ditandai dengan huruf tebal pada bagian soal.

1. B

2. C

3. D

4. A

5. C

6. B

7. D

8. A

9. C

10. B

11. C

12. A

13. C

14. B

15. D

16. A

17. C

18. B

19. D

20. A

 

Pedoman penskoran:

• Jawaban benar: 5 poin.

• Jawaban salah atau tidak dijawab: 0 poin.

• Skor maksimal: 100.

Rumus nilai: jumlah jawaban benar × 5.

Diujikan pada pembelajaran PAB hari Selasa 27 Oktober 2026.

Senin, 19 Oktober 2026

MODUL 4.09: TOLERANSI DALAM PERGAULAN (Pertemuan ke-2)

MATERI PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI

MODUL 4.09: TOLERANSI DALAM PERGAULAN

Satuan Pendidikan

SD Sariputra

Kelas / Semester

IV / Ganjil

Tahun Pelajaran

2026–2027


Alokasi Waktu: 2 JP (1x Pertemuan)
Hari Selasa, 22 Oktober 2026

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

1.     Menjelaskan pengertian toleransi dalam pergaulan.

2.     Memahami pentingnya menghargai perbedaan.

3.     Meneladani sikap Buddha Sakyamuni dalam menghargai sesama manusia.

4.     Menunjukkan sikap toleransi di rumah, sekolah, dan rumah ibadah.

Menyelesaikan masalah dalam pergaulan dengan cara yang baik dan damai.

5. Gotong Royong sebagai Wujud Toleransi

Dalam modul, terdapat cerita tentang warga desa tempat tinggal Mita yang memiliki agama berbeda-beda, tetapi tetap melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan secara bersama-sama. Kerja sama tersebut membuat desa menjadi bersih, indah, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dari cerita tersebut, kita dapat belajar bahwa:

·       Perbedaan bukan penghalang untuk bekerja sama.

·       Setiap orang dapat memberikan sumbangan sesuai kemampuannya.

·       Gotong royong mempererat persaudaraan.

·       Kerukunan membawa kebahagiaan dan manfaat bagi semua orang.

Contoh di sekolah adalah membersihkan kelas bersama-sama, membagi tugas secara adil, dan menyelesaikan pekerjaan tanpa saling menyalahkan.

6. Cara Menyelesaikan Masalah dalam Pergaulan

Dalam pergaulan, terkadang kita mengalami perselisihan atau perbedaan pendapat. Kita harus menyelesaikannya dengan tenang dan tidak menggunakan kekerasan.

Langkah-langkah menyelesaikan masalah dengan baik:

1.     Menenangkan diri ketika merasa marah.

2.     Mendengarkan penjelasan teman.

3.     Menyampaikan pendapat dengan sopan.

4.     Mencari jalan keluar yang adil bagi semua pihak.

5.     Meminta maaf dan memaafkan jika terjadi kesalahan.

Contoh kasus: Ketika mengerjakan tugas kelompok, Rina ingin membuat poster, sedangkan Budi ingin membuat gambar cerita. Mereka sebaiknya mendengarkan alasan masing-masing, berdiskusi, kemudian memilih cara yang disepakati bersama. Mereka tidak perlu bertengkar hanya karena memiliki pendapat berbeda.

C. Kesimpulan Materi

Toleransi dalam pergaulan adalah sikap menghargai perbedaan dan memperlakukan orang lain dengan baik. Toleransi dapat diwujudkan melalui cinta kasih, belas kasih, gotong royong, sikap saling menolong, dan kemampuan menyelesaikan masalah secara damai.

Sebagai peserta didik yang mempelajari Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti, kita hendaknya meneladani Buddha Sakyamuni dengan mengembangkan cinta kasih kepada semua makhluk.

Pesan pokok: Kerukunan dalam kelompok akan mendatangkan kebahagiaan.

D. Latihan Soal

1. Apa yang dimaksud dengan toleransi dalam pergaulan?

2. Apa arti semboyan Bhinneka Tunggal Ika?

3. Sebutkan tiga contoh sikap toleransi di sekolah!

4. Mengapa kita harus melakukan gotong royong meskipun memiliki perbedaan agama atau budaya?

5. Ketika kamu berbeda pendapat dengan teman saat mengerjakan tugas kelompok, apa yang sebaiknya kamu lakukan? Jelaskan!

E. Refleksi Diri Peserta Didik

Berilah tanda centang (✓) pada pernyataan yang sesuai dengan dirimu.

☐  Saya menghargai teman yang berbeda agama dan budaya.

☐  Saya tidak mengejek teman yang memiliki perbedaan.

☐  Saya mau bekerja sama dengan semua teman.

☐  Saya menyelesaikan perselisihan dengan berbicara baik-baik.

☐  Saya berusaha mengembangkan cinta kasih kepada semua makhluk.

Tuliskan satu sikap toleransi yang akan kamu lakukan mulai hari ini:

........................................................................................................................

........................................................................................................................

Mari saling menghormati, menyayangi, dan menolong. Perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan, melainkan kesempatan untuk belajar hidup rukun dan bahagia bersama.

MODUL 4.09: TOLERANSI DALAM PERGAULAN

MATERI PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI

MODUL 4.09: TOLERANSI DALAM PERGAULAN

Satuan Pendidikan

SD Sariputra

Kelas / Semester

IV / Ganjil

Tahun Pelajaran

2026–2027


Alokasi Waktu: 2 JP (1x Pertemuan)
Hari Selasa, 20 Oktober 2026

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

1.     Menjelaskan pengertian toleransi dalam pergaulan.

2.     Memahami pentingnya menghargai perbedaan.

3.     Meneladani sikap Buddha Sakyamuni dalam menghargai sesama manusia.

4.     Menunjukkan sikap toleransi di rumah, sekolah, dan rumah ibadah.

5.     Menyelesaikan masalah dalam pergaulan dengan cara yang baik dan damai.

B. Materi Pokok

1. Pengertian Toleransi dalam Pergaulan

Toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan yang dimiliki orang lain. Perbedaan tersebut dapat berupa agama, suku, bahasa, adat istiadat, budaya, pendapat, maupun kebiasaan.

Dalam pergaulan, kita bertemu dengan banyak orang yang memiliki sifat dan latar belakang berbeda. Kita tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain atau menganggap diri sendiri paling benar.

Contoh sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari:

·       Berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan agama dan suku.

·       Mendengarkan pendapat teman ketika berdiskusi.

·       Tidak mengejek teman yang memiliki kebiasaan berbeda.

·       Memberikan kesempatan kepada teman untuk menjalankan ibadahnya.

·       Membantu teman yang mengalami kesulitan.

2. Bhinneka Tunggal Ika

Indonesia memiliki beragam suku, agama, ras, bahasa, budaya, dan adat istiadat. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga.

Semboyan bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu”. Maknanya, meskipun memiliki banyak perbedaan, kita tetap satu bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kita harus hidup rukun, saling menghormati, dan bekerja sama.

Contoh penerapannya di sekolah:

·       Bermain bersama teman yang berbeda agama.

·       Bekerja dalam kelompok tanpa memilih-milih teman.

·       Menghargai pendapat yang berbeda saat musyawarah.

·       Tidak melakukan perundungan karena perbedaan fisik atau latar belakang.

3. Toleransi dalam Ajaran Agama Buddha

Dalam ajaran Buddha, kita diajarkan untuk mengembangkan cinta kasih kepada semua makhluk hidup, menolong sesama, dan tidak menyakiti orang lain. Sikap toleransi dapat dikembangkan melalui nilai-nilai berikut:

Metta (cinta kasih). Menyayangi dan mengharapkan kebahagiaan semua makhluk tanpa membeda-bedakan. Contoh: menyayangi semua teman dan tidak menyakiti perasaan mereka.

Karuna (belas kasih). Memiliki kepedulian terhadap penderitaan orang lain dan berusaha membantu mereka. Contoh: menghibur teman yang sedih dan membantu teman yang kesulitan belajar.

Gotong royong dan saling menolong. Bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang bermanfaat bagi semua orang. Contoh: membersihkan kelas bersama tanpa membedakan latar belakang teman.

Ajaran tersebut mengingatkan kita bahwa cinta kasih tidak hanya diberikan kepada orang yang kita sukai, tetapi juga kepada semua makhluk hidup.

4. Contoh Toleransi dalam Pergaulan

Lingkungan

Contoh Sikap Toleransi

Rumah

Menghargai pendapat anggota keluarga dan membantu pekerjaan rumah.

Sekolah

Berteman tanpa membeda-bedakan, berbagi tugas, dan tidak mengejek teman.

Rumah ibadah

Menjaga ketenangan, menghormati orang yang beribadah, dan menaati tata tertib.

Masyarakat

Mengikuti kerja bakti dan membantu tetangga tanpa memandang perbedaan.