MENGAJAK MUSYAWARAH
Dalam menyelesaikan masalah bersama, biasanya
dilakukan dengan musyawarah. Kita bisa melakukan musyawarah, mulai dari
lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat.
Kisah Suku Koliya Dan Suku Sakya Memperebutkan Air
Sungai Rohini
Peristiwa ini diawali dari air sungai ini dibendung
dalam sebuah waduk yang dibangun di antara kedua kota, yaitu kota Kapilavastu
dan kota Koliya.
Para pekerja sedang memanen hasil tanaman mereka.
Ketika mereka sedang memetik panen di tepi sungai itu, penduduk Suku Koliya
mengatakan bahwa, “Seandainya air sungai ini dibagi dua, aliran air tidak bisa
mencukupi untuk ke ladang-ladang kita.” Penduduk suku Sakya yang mendengar
kata-kata ini lalu menjawab dengan mengatakan bahwa, “Kalian jangan berkata
seperti itu, dan kami pun berhak atas air sungai ini.” Perbincangan mereka
makin memanas, saling mencela, dan menjelek-jelekkan pihak lainnya sehingga timbul
pertengkaran, mereka mulai saling berantem. Pekerja-pekerja yang lain mulai
saling menyerang, menjadi perselisihan besar. Akhirnya, masing-masing dari
mereka melaporkan perselisihan ini.
Laporan hal ini sampai ke telinga raja. Kedua pihak
kerajaan ini segera menyiapkan pasukan tentara perangnya untuk menyerang pihak
lainnya. Setelah itu, segera suku Sakya datang bersama pasukan tentaranya
berteriak menantang suku Koliya. Mereka berkata bahwa, “Kami suku Sakya akan
menunjukkan kekuatan dan kehebatan.” Sebaliknya, tentara Suku Koliya juga
berteriak bahwa, “Kami tidak takut.” Buddha mengetahui hal ini. Buddha
mengajak kedua belak pikah untuk bermusyawarah dan berdamai.
Selanjutnya, Buddha menasihati dengan menanyakan alasan mereka berbuat seperti
ini kepada kedua raja yang mulia. Seandainya sekarang Buddha tidak ada di sini,
bisa dipastikan kalian akan berperang dan sungai ini akan berwarna merah
berlimbah darah.”
Setelah mendengar nasihat, akhirnya kedua suku itu berdamai, membagi air
sungai Rohini itu dengan adil, untuk mengairi ladang kedua belah pihak. Mereka
lalu hidup dengan damai dan berdampingan, karena iri hati dan kebencian sudah
lenyap di hati mereka. Berikut adalah pedoman yang bisa dijadikan cara
musyawarah agar berjalan dengan lancar, yaitu:
1.
Mengungkapkan ide/pikiran dengan baik.
2.
Mendengarkan pendapat Orang Lain.
3.
Hindari membangun Argumen Sendiri.
4.
Mencoba menempatkan diri pada posisi orang lain.
5.
Membantu mengembangkan ide satu sama lain.
6.
Berhati-hati dengan sudut pandang orang lain.
7.
Menjunjung tinggi kepentingan bersama dalam
pengambilan keputusan
Referensi
1. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7023748/7-cara-musyawarah-agar-berjalan-dengan-lancar-dan-contohnya.
2.
Pertengkaran Antar Suku - Samaggi Phala (samaggi-phala.or.id)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar