Senin, 12 Agustus 2024

Modul 1 Kelas 5 Sifat Tokoh Agama Buddha dan Tokoh pejuang pendiri bangsa

Modul 1

Struktur Materi Pelajaran
 
Materi: Sifat-Sifat Tokoh Pendiri Bangsa dalam Mempertahankan NKRI serta Keragaman Budaya di Lingkungan Sosialnya
Tujuan Pembelajaran:

1.       Siswa mampu mengidentifikasi sifat-sifat tokoh pendiri bangsa yang berperan dalam mempertahankan NKRI.

2.       Siswa dapat memahami pentingnya keragaman budaya dalam kehidupan sosial.

3.       Siswa dapat menghargai dan menerapkan nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan dalam kehidupan sehari-hari.

Materi Pembelajaran:
A.     Sifat-Sifat Tokoh Pendiri Bangsa dalam Mempertahankan NKRI
1.   Patriotisme dan Nasionalisme:
·       Soekarno: Memiliki semangat juang yang tinggi dan selalu memotivasi rakyat untuk mencintai tanah air.

Kata bijak Soekarno banyak juga yang bisa dijadikan sebagai penyemangat, terutama penyemangat dalam membela negara. Bagi anak muda, kata bijak Soekarno ini akan membuat gelora kebangsaan semakin berapi-api.

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.”

“Menaklukkan ribuan manusia mungkin tidak disebut pemenang, tapi bisa menaklukkan diri sendiri disebut penakluk yang brilian!”

“Belajar tanpa berpikir tidak ada gunanya, tapi berpikir tanpa belajar sangat berbahaya!”

“Seribu orang tua hanya bisa bermimpi, tapi seorang pemuda mampu mengubah dunia!

·      Mohammad Hatta: Menunjukkan nasionalisme dengan berjuang melalui diplomasi dan pendidikan untuk memajukan bangsa.
·      Tauladan dari seorang Bung Hatta adalah teladan berbangsa dan bernegera, taat beribadah, demokratis, pandai berorganisasi, penuh etika dan etiket, ilmuwan, ahli ekonomi, bapak koperasi, tertib, disiplin, tepat waktu, rapi, bersahaja, jujur, bersih, cerdas, pemikir, tenang, konsekuen dan santun.

 

·      Soepomo: berperan dalam penyusunan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) bersama Muhammad Yamin dan Soekarno. Seorang ahli hukum dan penganut paham negara kesatuan dalam pembentukan awal negara Indonesia.

 

 

 

·      Muhammad Yamin: berperan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dan perumusan dasar negara. Menjadi anggota BPUPKI dan panitia Sembilan yang merumuskan Pancasila dan merancang UUD 1945.

 

 

 

2.   Keberanian dan Ketegasan:
·      Jenderal Sudirman: Dikenal sebagai pahlawan yang tidak kenal takut dalam melawan penjajah, meskipun dalam kondisi sakit.

Setiap 10 November, masyarakat Indonesia merayakan Hari Pahlawan sebagai penghormatan bagi para pejuang kemerdekaan. Salah satu tokoh yang tak terlupakan dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah Jenderal Sudirman. Berikut ini adalah profil singkat dan perjalanan hidup Jenderal Sudirman, pahlawan nasional yang sangat dihormati di Indonesia.

Profil Singkat Jenderal Sudirman

ü Nama: Raden Soedirman

ü Lahir: 24 Januari 1916 di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga

ü Wafat: 29 Januari 1950 di Magelang, Jawa Tengah

ü Orang Tua: Karsid Kartawiraji (ayah), Siyem (ibu)

ü Istri: Alfiah

ü Anak: Didi Sutjiati, Didi Pudjiati, Taufik Effendi, Titi Wahjuti Satyaningrum, Didi Praptiastuti, Muhammad Teguh Bambang Tjahjadi, Ahmad Tidarwono

Masa Kecil dan Pendidikan

Sudirman lahir dalam keluarga sederhana di desa Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga. Ayahnya bernama Karsid Kartawiraji dan ibunya Siyem. Namun, ia lebih sering tinggal bersama pamannya, Raden Cokrosunaryo, karena kondisi keuangan keluarga yang lebih baik.

Pendidikan Sudirman dimulai di sekolah pribumi HIS (hollandsch inlandsche school), kemudian pindah ke sekolah Taman Siswa, dan akhirnya ke Sekolah Wirotomo. Meskipun mengalami kesulitan keuangan, Sudirman rajin belajar dan aktif dalam organisasi keislaman di lingkungannya.

Masuk Militer dan Perjuangan Kemerdekaan

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942, Sudirman bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor. Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, Sudirman memimpin pasukannya melawan penjajah dengan perang gerilya. Ia terlibat dalam berbagai pertempuran melawan tentara Belanda dan Inggris.

Pemimpin TKR dan Panglima Besar TNI

Pada 12 November 1945, Sudirman terpilih sebagai pemimpin Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan dipromosikan sebagai Jenderal. Ia memimpin pasukan dalam perang gerilya melawan agresi militer Belanda. Meskipun sakit parah, Sudirman tetap memimpin dengan semangat dan keberanian.

Wafat dan Penghormatan

Sudirman wafat pada 29 Januari 1950 akibat penyakit TBC yang dideritanya. Namun, pengabdiannya terhadap bangsa Indonesia diakui dengan penghormatan tertinggi. Beliau dimakamkan dengan prosesi militer dan diangkat sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan.

Jenderal Sudirman adalah sosok yang tidak hanya berjuang dalam medan perang, tetapi juga memberikan inspirasi dan semangat bagi rakyat Indonesia. Perjuangannya untuk kemerdekaan akan selalu dikenang dan dihargai oleh generasi-generasi Indonesia.

 

 

·      Ki Hajar Dewantara: Berani mendirikan Taman Siswa sebagai bentuk perlawanan terhadap pendidikan kolonial.

·      Arti 3 semboyan Ki Hajar Dewantara

·      Ing Ngarsa Sung Tulada (di depan memberikan contoh). Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun motivasi), dan Tut Wuri Handayani (di belakang memberikan dorongan semangat). Hasil pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai pendidikan meluaskan pandangan kita bahwa pendidikan merupakan upaya untuk memerdekakan manusia.

3.   Kebijaksanaan dan Kepemimpinan:
·       Sultan Sjahrir: Memiliki visi yang jauh ke depan dan mampu memimpin bangsa melalui masa-masa sulit.
Sutan Syahrir adalah seorang intelektual, perintis, dan revolusioner kemerdekaan Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, ia menjadi politikus dan perdana menteri pertama Indonesia. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia dari 14 November 1945 hingga 20 Juni 1947.

 

·      R.A. Kartini: Menunjukkan kepemimpinan dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan pendidikan.

Raden Ayu Adipati Kartini Djojoadhiningrat (21 April 1879 – 17 September 1904) atau sering disebut dengan gelarnya sebelum menikah: Raden Ajeng Kartini, adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini adalah seorang pejuang kemerdekaan dan kedudukan kaumnya, pada saat itu terutama wanita Jawa. Ia mempunyai tanggal lahir yang sama seperti dr. Radjiman Wedyodiningrat, yakni sama-sama lahir pada 21 April 1879.

B.      Tokoh Agama Buddha dalam Mempertahankan NKRI
1.      Kebijaksanaan: Mengambil contoh dari tokoh agama Buddha seperti Bhikkhu Ashin Jinarakkhita yang mempromosikan kebijaksanaan dalam merawat keberagaman dan kedamaian.
2.      Toleransi: Belajar dari kebijaksanaan tokoh-tokoh agama Buddha yang menekankan pentingnya toleransi antarumat beragama dalam menjaga keharmonisan sosial.
3.      Kedamaian: Meneladani sifat cinta damai dan non-kekerasan yang diajarkan oleh tokoh-tokoh agama Buddha dalam mempertahankan keutuhan NKRI.

 

Profil Bante Ashin Jinarakkhita

Ashin Jinarakkhita, terlahir The Boan An, juga dikenal dengan panggilan Su Kong (23 Januari 1923 – 18 April 2002) merupakan orang Indonesia pertama yang ditahbiskan menjadi bhikkhu setelah 500 tahun runtuhnya kerajaan Majapahit saat ia ditahbiskan pada tahun 1953. Dia merupakan salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam perkembangan Buddhis di Indonesia modern. Selain mempelajari kimia di GroningenBelanda dia juga mendalami agama Buddha. Pada Juni 1953 ia ditahbiskan dalam tradisi Mahayana di Jakarta. Pembimbingnya menganjurkan agar ia belajar lebih lanjut di Myanmar, karena itu pada tahun yang sama ia masuk Sasana Yeiktha di Yangon untuk belajar meditasi satipatthana di bawah bimbingan Mahasi Sayadaw. Pada tahun berikutnya ia ditahbiskan menjadi bhikkhu dan mengambil nama Ashin Jinarakkhita. Pada tahun 1955 ia kembali ke Jawa dan dengan kerja keras membangun kembali vihara-vihara dan biara-biara Buddhis.

 

C.      Keragaman Budaya di Lingkungan Sosial

1.   Keberagaman Suku dan Bahasa:

Indonesia memiliki lebih dari 300 suku bangsa dengan bahasa daerah yang berbeda-beda. Contoh: Suku Jawa, Suku Batak, Suku Minangkabau, dll.

2.   Keberagaman Agama dan Kepercayaan:

Selain mayoritas Muslim, Indonesia juga memiliki penganut agama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

3.   Keberagaman Adat Istiadat dan Tradisi:

Setiap daerah di Indonesia memiliki adat istiadat dan tradisi yang unik. Contoh: Upacara Ngaben di Bali, Tradisi Tabuik di Sumatera Barat, dll.

 

Tugas Dirumah:

Tanya dan diskusikan dengan orang tuamu, adat dan tradisi yang ada di keluarga kalian (etnis tiong hua/Chinese).

 

Soal Latihan:

1.      Tuliskan nama tokoh yang memiliki sifat-sifat patriotisme dan nasionalisme!

2.      Tulis dan jelaskan yang anda ketahui tentang bante Ashin Jinarakkhita!

3.      Tuliskan 4 nama tokoh-tokoh Agama Buddha yang berperan dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI!

4.      Tuliskan 5 suku yang ada di Indonesia!

5.      Tuliskan 1 kalimat bijak dari Ir. Soekarno yang popular/terkenal!

Ulangan Harian:

1.       Tuliskan 3 nama tokoh-tokoh Agama Buddha yang berperan dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI!

2.       Jelaskan pengertian tentang Budaya yang anda ketahui!

3.       Budaya dibagi menjadi 2 macam, tuliskan!

4.       Tuliskan 3 nama suku yang tinggal di provinsi Jambi

5.       Jelaskan pengertian budaya non-benda!

6.       Berikan contoh budaya non-benda yang ada di provinsi Jambi!

7.       Tuliskan 3 nama bangunan Candi yang ada di komplek Candi Muaro Jambi!

8.       Tuliskan tradisi/budaya yang masih dipraktikan dikeluargamu!

9.       Tuliskan makna salah satu tradisi yang masih dipraktikan di keluargamu!

10.    Tuliskan judul lagu yang menjadi peninggalan budaya non benda di kota Palembang provinsi Sumatera Selatan!

 
Aktivitas Pembelajaran:

1.     Diskusi Kelompok:

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mendiskusikan sifat-sifat tokoh pendiri bangsa yang telah dipelajari dan bagaimana mereka dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

2.     Presentasi Budaya Daerah:

Setiap kelompok diminta untuk membuat presentasi tentang keragaman budaya dari salah satu daerah di Indonesia, mencakup suku, bahasa, adat istiadat, dan tradisi.

3.     Proyek Sosial:

Siswa diajak untuk membuat proyek sosial yang bertujuan untuk mempromosikan dan menghargai keragaman budaya di lingkungan sekolah atau masyarakat.

Penilaian:

1.     Penilaian Diskusi Kelompok: Melihat partisipasi aktif dan pemahaman siswa dalam diskusi kelompok.

2.     Penilaian Presentasi: Menilai kreativitas, keakuratan informasi, dan kemampuan presentasi kelompok.

3.     Penilaian Proyek Sosial: Menilai dampak positif proyek sosial terhadap pemahaman dan penghargaan terhadap keragaman budaya.

 

Dengan modul ini, diharapkan siswa tidak hanya mengetahui dan memahami sejarah serta keragaman budaya, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kelas 5 : Sifat tokoh Agama Buddha dan tokoh pendiri bangsa

Alur Tujuan Pembelajaran

Memahami informasi dan mengamalkan sifat-sifat tokoh pendiri bangsa dalam mempertahankan NKRI dengan bersikap bijaksana dan terbuka terhadap keragaman budaya di lingkungan sosialnya (s1)

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran:

Tujuan Pembelajaran: Memahami informasi dan mengamalkan sifat-sifat tokoh pendiri bangsa dalam mempertahankan NKRI dengan bersikap bijaksana dan terbuka terhadap keragaman budaya di lingkungan sosialnya.

A.    Memahami Informasi tentang Tokoh Pendiri Bangsa:

·     Siswa dapat menyebutkan nama-nama tokoh pendiri bangsa Indonesia.

·     Siswa dapat mengidentifikasi peran dan kontribusi masing-masing tokoh dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

·     Siswa dapat menceritakan kembali peristiwa penting yang melibatkan tokoh-tokoh tersebut secara kronologis.

B.    Mengamalkan Sifat-Sifat Tokoh Pendiri Bangsa:

·     Siswa mampu menjelaskan nilai-nilai kebijaksanaan yang ditunjukkan oleh para tokoh pendiri bangsa.

·     Siswa dapat memberikan contoh tindakan bijaksana dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan nilai-nilai tersebut.

·     Siswa menunjukkan sikap terbuka dan menghargai perbedaan di antara teman-teman sekelasnya serta di lingkungan sosialnya.

C.    Bersikap Bijaksana dan Terbuka terhadap Keragaman Budaya:

·     Siswa memahami konsep keragaman budaya di Indonesia dan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan.

·     Siswa dapat memberikan contoh praktik budaya yang berbeda dan menunjukkan sikap saling menghormati.

·     Siswa aktif berpartisipasi dalam kegiatan kelas atau sekolah yang mengedepankan keragaman budaya dan kebersamaan.

D.    Mengaplikasikan Pengetahuan dalam Lingkungan Sosial:

·     Siswa mampu mengidentifikasi situasi di mana sikap bijaksana dan terbuka terhadap keragaman budaya diperlukan.

·     Siswa menunjukkan inisiatif untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang bijaksana dan menghormati perbedaan.

·     Siswa terlibat aktif dalam diskusi atau kegiatan kelompok yang mengajarkan tentang pentingnya persatuan dalam keragaman.

 

Jumat, 02 Agustus 2024

Manfaat kekuatan pikiran dan perbuatan baik dalam perspektif Buddhis

Materi Ceramah 4 Agustus, 2024

“Manfaat kekuatan pikiran dan perbuatan baik dalam perspektif Buddhis”

 

Saudara-saudari yang terkasih,

Pada kesempatan yang berbahagia ini, mari kita merenungkan mengenai manfaat dari kekuatan pikiran dan perbuatan baik dalam pandangan agama Buddha. Dalam ajaran Buddha, pikiran memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas kehidupan kita. Buddha Gautama pernah bersabda, "Pikiran mendahului semua kondisi; pikiran adalah penguasa; pikiran adalah pembuat." Artinya, segala sesuatu yang kita alami berasal dari pikiran kita. Pikiran yang positif dan penuh kasih sayang akan membawa kebahagiaan, sedangkan pikiran yang negatif akan membawa penderitaan.

Ketika kita berbicara tentang kekuatan pikiran, kita juga berbicara tentang upaya untuk melatih pikiran kita agar menjadi lebih jernih dan penuh kebijaksanaan. Meditasi adalah salah satu praktik utama dalam agama Buddha yang membantu kita mengendalikan pikiran. Melalui meditasi, kita belajar untuk mengenali dan melepaskan pikiran-pikiran negatif, seperti kemarahan, kecemburuan, dan keserakahan. Dengan demikian, pikiran kita menjadi lebih tenang dan mampu melihat kenyataan dengan lebih jelas. Pikiran yang jernih dan penuh kebijaksanaan ini memungkinkan kita untuk mengambil keputusan yang lebih baik dan menjalani kehidupan dengan lebih harmonis.

Selain itu, perbuatan baik atau karma baik juga memainkan peran yang sangat penting dalam ajaran Buddha. Setiap tindakan yang kita lakukan akan membawa konsekuensi, baik itu positif maupun negatif. Dengan melakukan perbuatan baik, seperti berbagi dengan sesama, berbuat jujur, dan menunjukkan kasih sayang, kita tidak hanya membantu orang lain tetapi juga menciptakan kondisi yang positif bagi diri kita sendiri. Perbuatan baik ini akan membawa kebahagiaan dan kedamaian, baik dalam kehidupan saat ini maupun kehidupan yang akan datang.

Oleh karena itu, mari kita selalu berusaha untuk menjaga pikiran kita tetap bersih dan positif, serta melakukan perbuatan baik dalam setiap kesempatan. Dengan demikian, kita akan dapat menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan membawa manfaat bagi diri kita sendiri serta orang lain. Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan untuk melatih pikiran dan melakukan perbuatan baik, demi mencapai kebahagiaan dan kedamaian sejati. 


Terima kasih.

Makna Peringatan Asadha Puja

Ceramah Hari Asadha Selasa, 30 Juli 2024

“Makna Peringatan Asadha Puja”

Ibu Bapak Guru yang saya Hormati, Ananda sekalian yang saya banggakan.

Pada hari yang penuh berkah ini, kita berkumpul untuk merayakan Asadha, salah satu hari raya penting dalam agama Buddha. Asadha memiliki makna yang sangat mendalam dan istimewa, karena pada hari inilah Sang Buddha pertama kali mengajarkan Dhamma kepada lima orang pertapa di Taman Rusa, Isipatana, dekat Benares. Peristiwa ini dikenal sebagai "Pemutaran Roda Dhamma" atau "Dhammacakkappavattana Sutta" yang menandai awal dari penyebaran ajaran Buddha ke seluruh dunia.

Judul Lagu: “Lima pertapa”

Ananda sekalian, ajaran yang disampaikan oleh Sang Buddha pada hari Asadha ini adalah Empat Kebenaran Mulia yang didalamnya ada Jalan Mulia Berunsur Delapan. Empat Kebenaran Mulia mengajarkan kita tentang adanya penderitaan, sebab dari penderitaan, akhir dari penderitaan, dan jalan menuju akhir penderitaan. Sedangkan Jalan Mulia Berunsur Delapan memberikan kita panduan konkret untuk menjalani hidup yang benar, dengan pandangan yang benar, niat yang benar, ucapan yang benar, tindakan yang benar, penghidupan yang benar, usaha yang benar, perhatian yang benar, dan konsentrasi yang benar.

Judul Lagu: “Empat Kebenaran Mulia”

Perayaan Asadha ini mengingatkan kita untuk selalu berusaha memahami dan mengamalkan ajaran Sang Buddha dalam kehidupan sehari-hari. Marilah kita merenungkan makna mendalam dari ajaran ini dan berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik, bijaksana, dan penuh kasih sayang. Dengan demikian, kita tidak hanya membawa kedamaian bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi orang-orang di sekitar kita. Semoga perayaan Asadha ini membawa kebahagiaan, kedamaian, dan berkah bagi kita semua. Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta, semoga semua makhluk hidup berbahagia.

 

 

Terima kasih.

Kamis, 19 Oktober 2023

Agama Pemersatu Budaya

Pesan Pokok: 
Keanekaragaman Agama mampu menjadi alat pemersatu bukan alat pemecah belah Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesan Kitab Suci:
Sungguh bahagia jika hidup tanpa membenci diantara orang-orang yang membenci; diantara orang-orang yang membenci, kita hidup tanpa membenci. (Dh.197)


Menyimak gambar
Berbeda agama sedang bersatu
















Belajar Membaca:

Pertengkaran Suku Sakya dan Suku Koliya


Senin, 09 Oktober 2023

Pembelajaran 10: Agama Membawa Damai

Pesan Pokok
Semua agama mengajarkan tentang kebaikan, cinta kasih dan kasih sayang pada semua orang bahkan pada semua makhluk. setiap agama mencintai perdamaian.

Pesan Kitab Suci:
Barang siapa yang menginginkan kebahagiaan bagi dirinya sendiri menimbulkan penderitaan orang lain, maka ia tak akan terbebas dari kebencian; ia akan terjerat dalam kebencian. (Dh.291)

Menjawab Pertanyaan
1. Apa manfaat memberi maaf?
Jawab: Manfaat memberi maaf yaitu:
a. melepaskan perasaan marah, dendam, dan kebencian
b. kesehatan mental/pikiran lebih baik
c. membuat kesehatan fisik menjadi lebih baik
2. Perhatikan gambar di bawah ini!









Apa makna yang terkandung pada gambar di atas?


WAJIB DI BACA!
Kisah singkat tentang Siddharta yang baik hati

Menyelamatkan Angsa

Pengeran Siddharta tumbuh menjadi anak yang sangat baik hati, tidak hanya pada manusia, namun juga pada hewan. Sifat kasih yang sayang sangat besar tampak jelas pada cerita berikut ini:
Pada suatu ketika pangeran sedang bermain dengan sahabatnya di hutan, di antaranya adalah pangeran Devadatta, yaitu sepupu pangeran Siddharta. Ketika pangeran Siddharta sedang beristirahat di bawah pohon, tiba-tiba ia melihat seekor angsa jatuh dari angkasa. Ia tahu bahwa Pangeran Devadatta telah memanah angsa tersebut. Dengan segera Pangeran Siddhattha menolong si angsa. Pangeran Devadatta juga mengejar angsa itu, namun Pangeran Siddhattha berhasil terlebih dulu menyelamatkan angsa itu dan dengan lembut Ia menarik anak panah itu keluar dari sayapnya, lalu memetik beberapa tanaman obat dan meneteskan getahnya pada luka si angsa. Ia juga mengelus angsa tersebut dengan lembut dan menenangkannya. Angsa itu didekap di dadanya supaya merasa hangat dan nyaman.

Pangeran Devadatta yang baru saja tiba menuntut agar angsa itu diserahkan kepadanya, namun Pangeran Siddharta menolaknya. Dengan marah Devadatta maju dan mencoba merebut angsa itu sambil berteriak “Angsa itu milikku, akulah yang memanahnya. Kembalikan ia padaku!”. Namun pangeran Siddharta menjauh dan menjawawb “Tak akan kuberikan kepadamu. Tidak akan pernah. Kalau angsa ini mati karena kamu panah tadi barulah ia menjadi milikmu. Namun dia hanya terluka dan masih hidup. Aku telah menyelamatkan hidupnya. Karena itu angsa ini menjadi milikku” Akhirnya terjadilah perselisihan dan saling debat. Pangeran Devadatta berpendapat bahwa angsa itu adalah miliknya karena ia yang memanahnya. Sedangkan Pangeran Siddharta mengatakan bahwa Ia yang berhak atas angsa itu karena Ia telah menyelamatkan hidupnya. Akhirnya Pangeran Siddharta mengusulkan agar permasalahan ini dibawa ke pengadilan para bijak untuk memperoleh jawaban atas siapa yang berhak atas angsa tersebut.

Setelah diajukan ke pengadilan para bijak, akhirnya salah satu dari para bijak tersebut berseru, “Semua makhluk patut menjadi milik mereka yang menyelamatkan atau menjaga hidup. Kehidupan tak pantas dimiliki oleh orang yang berusaha menghancurkannya. Angsa yang terluka ini masih hidup dan diselamatkan oleh Pangeran Siddharta. Karenanya, angsa ini mesti dimiliki oleh penyelamatnya, yaitu Pangeran Siddharta!”

Selain cerita di atas, masih banyak kebaikan hati yang dimiliki oleh pangeran Siddharta. Namun ternyata kebaikan hati yang dimilikinya membuat Raja Suddhodana menjadi cemas. Simak link video berikut https://www.youtube.com/watch?v=vRrxHG_cH4c


setelah membaca dan menonton video singkat, yok lanjutkan belajar.

Untuk mengetahui sedalam apa pengetahuanmu, silahkan klik link di bawah ini dan jawab pertanyaannya dengan jujur! beri tanda centang pada kolom setuju (S) dan Tidak Setuju (TS)!

Link di bawah ini berisi tabel untuk dikerjakan. langkah selanjutnya bisa di dowload tabel tersebut kemudian dikerjakan sesuai perintah!

selamat belajar, dan terus semangat!




Rabu, 04 Oktober 2023

Pembelajaran 9: Toleransi dalam Budaya

Pesan Pokok: Kerukunan dalam kelompok akan mendatangkan kebahagiaan.

Pesan Bijak Kitab Suci Agama Buddha:
Hendaklah orang terlebih mengembangkan diri sendiri dalam hal-hal yang patut, dan selanjutnya melatih orang lain. orang bijaksana yang berbuat demikian tak akan dicela. (Dh.158)

Ringkasan Materi
Buku Paket Hal.68

Materi Pokok: Toleransi dalam Buddhaya
bentuk-bentuk toleransi dalam Budaya yaitu:

1. Gotong royong membersihkan lingkungan

Gotong royong adalah sebuah konsep atau budaya dalam masyarakat Indonesia yang mengacu pada kerja sama bersama-sama untuk melakukan pekerjaan atau kegiatan tertentu demi kepentingan bersama.
Tujuan dari gotong royong membersihkan lingkungan adalah untuk menjaga kebersihan, keindahan, dan kesehatan lingkungan sekitar, serta memupuk rasa kebersamaan dan tanggung jawab sosial dalam masyarakat



2. Gotong royong membersihkan lingkungan sekolah

Gotong royong membersihkan lingkungan sekolah adalah praktik di mana anggota komunitas sekolah, seperti siswa, guru, karyawan sekolah, dan mungkin juga orang tua, bekerja sama untuk membersihkan dan merawat lingkungan sekitar sekolah mereka. Ini adalah bentuk kerja sama sosial yang bertujuan untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah.

Tujuan dari gotong royong membersihkan lingkungan sekolah adalah untuk menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman bagi semua anggota komunitas sekolah.

3. Gotong royong dalam agama Buddha

Gotong royong atau kerja sama dalam konteks agama Buddha juga memiliki peran penting. Konsep ini mencerminkan nilai-nilai sosial dan etika yang dianjurkan dalam ajaran Buddha.












https://sanghatheravadaindonesia.or.id/2023/01/03/bantuan-dan-aksi-sosial-banjir-di-kabupaten-pati-oleh-padesanayaka-jawa-tengah/

Dua orang Bhikkhu anggota sangha sedang menyerahkan bantuan kepada warga korban banjir di kabupaten Pati Jawa Tengah.









Langkah Pembelajaran :
1. Membaca dan memahami baik-baik tentang materi di atas!
2. Dari beberapa penjelasan tentang gotong royong dan beberapa ilustrasi gambar di atas, silakan Ananda menggambar/mewarnai di buku gambarnya masing-masing dengan tema "Gotong royong di lingkungan sekolahku"
3. Gambar diperbolehkan beberapa opsi:
a. Boleh menggambar langsung di buku gambar dan di warnai semenarik mungkin.
b. Boleh mewarnai gambar yang sudah disediakan dalam bentuk pdf. Silakan di print out lalu diwarnai.
4. Tugas menggambar yang sudah selesai akan di cek pada pertemuan hari sabtu saat tatap maya (melalui google meet).


Selamat belajar dan tetap semangat..!