SENI ADU PENDAPAT
(Belajar dari kisah Saccaka dan Buddha)
Sebagai makhluk sosial, kita tidak
dapat hidup sendiri. Di lingkungan rumah, sekolah, atau masyarakat, kita tidak
dapat lepas bergaul dengan teman-teman sebaya. Di suatu saat, kita punya
pendapat, tak semua orang setuju dengan pendapat kalian. Begitu juga
sebaliknya, pendapat orang lain belum tentu kita menerimanya.
Seperti halnya pada zaman Buddha.
Ada seosorang yang bernama Saccaka. Saccaka adalah anak dari ayah dan ibu
tukang adu pendapat atau adu debat. Dia pandai dalam seribu pertanyaan. Pada
suatu hari, Saccaka bertemu dengan Bhikkhu Assaji. Dia menghampiri Bhikkhu
Assaji dan menanyakan bagaimanakah Buddha saat mengajar murid-murid-Nya.
Saccaka menanyakan ajaran Buddha yang paling terkenal. Bhikkhu Assaji kemudian
berkata bahwa Buddha menerangkan bentuk jasmani, kesadaran, perasaan,
pencerapan, bentuk batin, adalah selalu berubah dan tidak kekal; dan semua yang
berwujud adalah tiada inti. Mendengar pernyataan dari Bhikkhu Assaji, Saccaka
mengatakan bahwa dirinya belum pernah mendengar ajaran seperti itu.
Dengan bersemangat Saccaka segera
ingin bertemu Buddha yang pernyataannya salah besar. Saccaka menuju ke Vihara
Mahavana yang saat itu Buddha berada di sana. Para penduduk yang mendengar
bahwa Saccaka datang dengan disertai lima ratus orang pangeran untuk berdebat
dengan Buddha. Banyak orang berduyun-duyun datang ke hutan itu untuk
menyaksikan adu pendapat seru itu. Setelah Saccaka memberikan salam hormat
kepada Buddha, Saccaka lalu mengajukan pertanyaan yang sama seperti yang
ditanyakannya kepada Yang Mulia Assaji. Buddha menjawab pertanyaan itu dengan
memberi penjelasan yang menyeluruh dan terperinci mengenai dasar-dasar ajaran
Beliau, dan menunjukkan kekeliruan pandangan Saccaka. Setelah adu pendapat
berlangsung beberapa saat, Buddha mengajukan sebuah pertanyaan kepada Saccaka,
tetapi dia diam tidak menjawab. Untuk kedua kalinya Buddha bertanya, Saccaka
tetap diam. Kemudian, Buddha bertanya untuk ketiga kalinya, dia juga tetap diam
tidak bisa menjawab. Akhirnya Saccaka mengakui bahwa ajaran Buddhalah yang benar,
dia mengaku kalah. Keringat membasahi tubuhnya sehingga jubahnya basah kuyup.
Merasa terkalahkan, Saccaka tertunduk dan diam seribu bahasa. Durmukha
mengibaratkan Saccaka sebagai seekor kepiting yang semua kakinya telah patah.
Batin Buddha sudah tenang seimbang.
Dalam diri-Nya sudah terbebas dari menang dan kalah sehingga Beliau tidak
merasa tinggi hati karena kemenangan-Nya. Beliau malah membawa lawan bicara
menuju kepada pemahaman yang benar.
Prinsip-Prinsip Moral Buddha dalam Beradu Pendapat
Ajaran Buddha mengajarkan kita
beberapa prinsip moral yang dapat diterapkan dalam beradu pendapat, yaitu:
1.
Metta (Cinta Kasih): Beradu pendapatlah
dengan penuh cinta kasih dan kasih sayang. Hindari menggunakan kata-kata kasar
atau menyakitkan.
2.
Karuna (Belas Kasih): Pahamilah sudut
pandang orang lain dan dengarkan pendapat mereka dengan penuh perhatian.
3.
Mudita (Kegembiraan Berbagi): Berbagilah
pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain secara terbuka dan jujur.
4.
Upekkha (Keseimbangan Mental): Tetap
tenang dan sabar saat beradu pendapat. Hindari terbawa emosi atau amarah.
Berikut adalah beberapa tips untuk
menerapkan prinsip-prinsip moral Buddha dalam beradu pendapat:
1.
Siapkan diri dengan baik sebelum beradu
pendapat. Peserta didiki topik yang akan dibahas dan susunlah argumen dengan
matang.
2.
Dengarkan dengan penuh perhatian saat orang lain
berbicara. Jangan menyela atau memotong pembicaraan mereka.
3.
Sampaikan pendapat dengan sopan dan jelas.
Hindari menggunakan kata-kata kasar atau menyakitkan.
4.
Bersikaplah terbuka terhadap pendapat orang
lain. Pertimbangkan sudut pandang mereka dan coba untuk memahami dari mana
mereka berasal.
5.
Carilah solusi yang saling menguntungkan.
Berusahalah untuk mencapai kesepakatan yang adil dan memuaskan semua pihak.
Sumber
Belajar:
Nurwito dan Umarnatu. 2022. Buku Peserta didikan
Pendidikan Agama Buddha kelas 6. Pusat Perbukuan Kemendikbud.
https://buku.kemdikbud.go.id/katalog/pendidikan-agama-buddha-dan-budi-pekerti-untuk-sd-kelas-vi
https://www.majalesalamat.com/lifestyle/8-secrets-of-people-who-never-get-sick/
https://www.liputan6.com/on-off/read/5361242/jangan-harap-menangkan-adu-argumen-jika-tak-punya-keterampilan-ini-apa-saja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar