Minggu, 19 Januari 2025

Modul Ajar 5.01 : Keragaman Aliran Agama Buddha

Modul Ajar Kelas 5 (5.01)
Materi Pembelajaran :  Keragaman Aliran Agama Buddha

Tujuan Pembelajaran  : Memahami keragaman upacara puja dan meditasi ketenangan    dari       berbagai aliran atau tradisi Agama Buddha
KKTP : Menganalisis berbagai aliran dalam agama Buddha dan ciri khas dari aliran-aliran tersebut.

Kegiatan Inti:

a.     Pelajar menyimak bacaan tentang keragaman aliran dalam agama Buddha. 

b.     Pelajar diberikan pertanyaan pemantik oleh guru terkait keragaman aliran dalam agama Buddha.

c.     Pelajar menjawab pertanyaan pemantik dari guru terkait keragaman aliran dalam agama Buddha. 

d.     Pelajar mengumpulkan informasi tentang keragaman aliran dalam agama Buddha. 

e.     Pelajar mencoba mengamati dan menyimak bacaan tentang keragaman aliran dalam agama Buddha. 

f.      Pelajar menganalisis berbagai informasi terkait  berbagai aliran dalam agama Buddha dan ciri khas dari aliran-aliran tersebut 

                                g.    Pelajar menceritakan kembali tentang keragaman aliran dalam agama Buddha.

Materi Pembelajaran:
A.      Keragaman aliran dalam agama Buddha 
B.      Ciri khas aliran dalam agama Buddha

Materi Pelajaran
Latar belakang munculnya aliran dalam agama Buddha

Selama kehidupan Buddha Sakyamuni, jika ada persoalan atau keraguan dari para siswaNya, mereka bisa langsung bertanya dan berdiskusi dengan Buddha. Namun seratus tahun setelah Buddha wafat/parinibbana terjadi perselisihan di antara para siswa Buddha dalam menafsirkan aturan yang terdapat dalam Vinaya (peraturan untuk para bhikkhu). Ini merupakan awal munculnya tradisi/mazhab dalam agama Buddha.

Tiga bulan setelah Buddha parinibbana, dilakukan Sidang Agung Sangha (Konsili) Pertama yang dipimpin Bhikkhu Mahakassapa. Sidang ini dilatarbelakangi ucapan bhikkhu tua yang memiliki pengetahuan Dharma dangkal, yaitu Bhikkhu Subhada dengan berkata; “Teman-teman, jangan berduka. Karena kita telah terbebas dari orang yang mengekang, kita dapat berbuat sesuka hati.” (Vinaya. II, 284-285). Ucapan ini jika dibiarkan akan berpotensi memecah belah sangha dan mengaburkan Dharma. Apa yang bukan Dharma dianggap Dharma dan apa yang Dharma dianggap bukan Dharma. Maka, Bhikkhu Mahakassapa bersama lima ratus bhikkhu Arahat berhimpun dalam sidang sangha tersebut yang bertujuan untuk menghimpun dan menjernihkan ajaran Buddha (Dharma).

Kemudian dilanjutkan dengan Sidang Agung Sangha Kedua, dilatarbelakangi adanya perbedaan pendapat tentang penafsiran sepuluh peraturan kecil oleh sekelompok bhikkhu dari suku Vajji di Vesali dan tidak menemukan kata sepakat. Kelompok yang menolak perubahan dikenal dengan nama Sthaviravada yang merupakan cikal bakal mazhab Theravada dan kelompok yang menginginkan perubahan disebut Mahasangika yang merupakan cikal bakal mazhab Mahayana.

Tiga ratus tahun setelah Buddha parinibbana, agama Buddha menyebar keluar dari India. Penyiaran agama Buddha tidak pernah menggunakan kekerasan. Hal ini didasarkan pada petunjuk Buddha kepada 60 Arahat yang menjadi utusan pertama Buddha untuk menyiarkan Dharma. Dalam menyiarkan Dharma hendaknya dapat membawa kesejahteraan, kebahagiaan, dan keselamatan bagi individu dan masyarakat. Dengan demikian, agama Buddha berjalan harmonis dengan budaya setempat. Buddha berprinsip membiarkan orang lain mengikuti keyakinan mereka dengan damai dan mengakui hak orang lain atas kebebasan dalam menyiarkan Dharma. 

A. Ciri khas aliran dalam agama Buddha
Agama Buddha terdiri atas beberapa aliran. Setiap aliran dibimbing oleh para bhikkhu atau bhiksu yang bergabung dalam sangha. Sangha adalah perkumpulan para  bhikkhu atau bhikkhuni
1.     Aliran Theravada
o Aliran Theravada berpegang teguh pada ajaran-ajaran asli Buddha seperti yang tercatat dalam kitab-kitab Pali.
o   Mereka menekankan pada praktik meditasi Vipassana untuk mencapai Nibbana.
Jumlah peraturan atau vinaya yang dilaksanakan adalah 227. o    Seseorang yang akan menjadi bhikkhu harus menjadi samanera terlebih dahulu. o Samanera artinya calon bhikkhu.

2.     Aliran Mahayana
Mahayana adalah  salah satu aliran utama dalam agama Buddha yang lahir di India sekitar abad ke-1 Sebelum Masehi. Mahayana berasal dari bahasa Sanskerta yang secara harfiah berarti "kendaraan besar".

Makhluk luhur/ Bodhisattva yang memilih dan bertekad untuk membantu makhluk lain mencapai Pencerahan.                                                                                                  
o    Ajaran yang menyatakan bahwa semua makhluk memiliki potensi untuk mencapai Pencerahan.
o    Mahayana memandang Nirvana sebagai sesuatu yang dapat dicapai oleh semua orang. 
o Jumlah peraturan atau vinaya yang dilaksanakan  bhikkhu Mahayana adalah 250. 
o       Seseorang yang akan menjadi bhikkhu harus menjadi samanera terlebih dahulu. 
o      Sutra Mahayana banyak ditulis menggunakan bahasa sansekerta.

3. Aliran Vajrayana
o   Aliran Vajrayana menggunakan berbagai macam simbol dan ritual, seperti mandala dan mantra, untuk mencapai pencerahan dengan cepat.
o   Vajrayana sering disebut sebagai aliran "Tantrik" karena penggunaan tantra dalam praktik spiritualnya. 
o Ajaran Vajrayana mengajarkan bahwa seseorang dapat mencapai pencerahan dalam satu kehidupan.

Keragaman tradisi dalam agama Buddha ini harus kita pahami sebagai suatu karakter yang unik dalam agama Buddha. Keragaman tradisi/mazhab memberi kebebasan bagi kita untuk memilih cara praktik ajaran Buddha yang sesuai dengan watak dan membuat kita merasa nyaman. Namun begitu, kita harus tetap mempertahankan pikiran terbuka dan menghormati tradisi lain.

Perbedaan dalam memilih tradisi/mazhab pada dasarnya tidak boleh menghalangi hubungan yang akrab baik secara pribadi, keluarga, maupun kelompok. Karena pada dasarnya kita masih satu sebagai siswa Buddha
Pesan Kitab Suci:

Dhammapada syair 183 sabbapāpassa akaranaṁ kusalassūpasampadā  sacittapariyodapanaṁ etaṁbuddhāna sāsanaṁ.

Artinya:

Tidak melakukan segala bentuk kejahatan, senantiasa mengembangkan kebajikan, dan membersihkan batin; inilah Ajaran Para Buddha.

Simpulan
Meskipun terdapat perbedaan dalam hal praktik dan penekanan, semua aliran dalam agama Buddha memiliki tujuan yang sama, yaitu mencapai Nibbana atau pembebasan dari penderitaan. Mempelajari berbagai aliran ini dapat memperkaya pemahaman kita tentang agama Buddha dan membantu kita memilih jalan spiritual yang sesuai dengan diri kita. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar