Modul Ajar Kelas 5 (5.01)
Materi Pembelajaran : Keragaman
Aliran Agama Buddha
Tujuan Pembelajaran : Memahami keragaman upacara puja dan
meditasi ketenangan dari berbagai aliran atau tradisi Agama
Buddha
KKTP : Menganalisis berbagai aliran
dalam agama Buddha dan ciri khas dari aliran-aliran tersebut.
Kegiatan Inti:
a. Pelajar
menyimak bacaan tentang keragaman aliran dalam agama Buddha.
b. Pelajar
diberikan pertanyaan pemantik oleh guru terkait keragaman aliran dalam agama
Buddha.
c. Pelajar
menjawab pertanyaan pemantik dari guru terkait keragaman aliran dalam agama
Buddha.
d. Pelajar
mengumpulkan informasi tentang keragaman aliran dalam agama Buddha.
e. Pelajar
mencoba mengamati dan menyimak bacaan tentang keragaman aliran dalam agama
Buddha.
f. Pelajar
menganalisis berbagai informasi terkait
berbagai aliran dalam agama Buddha dan ciri khas dari aliran-aliran
tersebut
g. Pelajar
menceritakan kembali tentang keragaman aliran dalam agama Buddha.
Materi Pembelajaran:
A. Keragaman
aliran dalam agama Buddha
B. Ciri
khas aliran dalam agama Buddha
Materi Pelajaran
Latar belakang
munculnya aliran dalam agama Buddha
Selama kehidupan Buddha Sakyamuni, jika
ada persoalan atau keraguan dari para siswaNya, mereka bisa langsung bertanya
dan berdiskusi dengan Buddha. Namun seratus tahun setelah Buddha
wafat/parinibbana terjadi perselisihan di antara para siswa Buddha dalam
menafsirkan aturan yang terdapat dalam Vinaya (peraturan untuk para bhikkhu).
Ini merupakan awal munculnya tradisi/mazhab dalam agama Buddha.
Tiga bulan setelah Buddha parinibbana,
dilakukan Sidang Agung Sangha (Konsili) Pertama yang dipimpin Bhikkhu
Mahakassapa. Sidang ini dilatarbelakangi ucapan bhikkhu tua yang memiliki
pengetahuan Dharma dangkal, yaitu Bhikkhu Subhada dengan berkata; “Teman-teman,
jangan berduka. Karena kita telah terbebas dari orang yang mengekang, kita
dapat berbuat sesuka hati.” (Vinaya. II, 284-285). Ucapan ini jika dibiarkan
akan berpotensi memecah belah sangha dan mengaburkan Dharma. Apa yang bukan
Dharma dianggap Dharma dan apa yang Dharma dianggap bukan Dharma. Maka, Bhikkhu
Mahakassapa bersama lima ratus bhikkhu Arahat berhimpun dalam sidang sangha
tersebut yang bertujuan untuk menghimpun dan menjernihkan ajaran Buddha
(Dharma).
Kemudian dilanjutkan
dengan Sidang Agung Sangha Kedua, dilatarbelakangi adanya perbedaan pendapat
tentang penafsiran sepuluh peraturan kecil oleh sekelompok bhikkhu dari suku
Vajji di Vesali dan tidak menemukan kata sepakat. Kelompok yang menolak
perubahan dikenal dengan nama Sthaviravada yang merupakan cikal bakal mazhab
Theravada dan kelompok yang menginginkan perubahan disebut Mahasangika yang
merupakan cikal bakal mazhab Mahayana.
Tiga ratus tahun setelah Buddha
parinibbana, agama Buddha menyebar keluar dari India. Penyiaran agama Buddha
tidak pernah menggunakan kekerasan. Hal ini didasarkan pada petunjuk Buddha
kepada 60 Arahat yang menjadi utusan pertama Buddha untuk menyiarkan Dharma.
Dalam menyiarkan Dharma hendaknya dapat membawa kesejahteraan, kebahagiaan, dan
keselamatan bagi individu dan masyarakat. Dengan demikian, agama Buddha
berjalan harmonis dengan budaya setempat. Buddha berprinsip membiarkan orang
lain mengikuti keyakinan mereka dengan damai dan mengakui hak orang lain atas
kebebasan dalam menyiarkan Dharma.
A. Ciri khas aliran dalam agama Buddha
Agama Buddha terdiri atas beberapa aliran. Setiap aliran
dibimbing oleh para bhikkhu atau bhiksu yang bergabung dalam sangha. Sangha
adalah perkumpulan para bhikkhu atau
bhikkhuni
1. Aliran
Theravada
o Aliran Theravada
berpegang teguh pada ajaran-ajaran asli Buddha seperti yang tercatat dalam
kitab-kitab Pali.
o
Mereka menekankan pada praktik meditasi
Vipassana untuk mencapai Nibbana.
Jumlah
peraturan atau vinaya yang dilaksanakan adalah 227. o Seseorang yang akan menjadi bhikkhu harus
menjadi samanera terlebih dahulu. o Samanera artinya calon bhikkhu.
2. Aliran
Mahayana
Mahayana
adalah salah satu aliran utama dalam
agama Buddha yang lahir di India sekitar abad ke-1 Sebelum Masehi. Mahayana
berasal dari bahasa Sanskerta yang secara harfiah berarti "kendaraan besar".
Makhluk luhur/ Bodhisattva yang memilih
dan bertekad untuk membantu makhluk lain mencapai Pencerahan.
o
Ajaran yang menyatakan bahwa semua makhluk
memiliki potensi untuk mencapai Pencerahan.
o Mahayana
memandang Nirvana sebagai sesuatu yang dapat dicapai oleh semua orang.
o Jumlah peraturan atau vinaya yang
dilaksanakan bhikkhu Mahayana adalah
250.
o Seseorang yang akan menjadi bhikkhu
harus menjadi samanera terlebih dahulu.
o Sutra
Mahayana banyak ditulis menggunakan bahasa sansekerta.
3. Aliran Vajrayana
o Aliran
Vajrayana menggunakan berbagai macam simbol dan ritual, seperti mandala dan
mantra, untuk mencapai pencerahan dengan cepat.
o Vajrayana
sering disebut sebagai aliran "Tantrik" karena penggunaan tantra
dalam praktik spiritualnya.
o Ajaran Vajrayana mengajarkan bahwa seseorang dapat mencapai
pencerahan dalam satu kehidupan.
Keragaman tradisi dalam agama Buddha ini harus kita pahami
sebagai suatu karakter yang unik dalam agama Buddha. Keragaman tradisi/mazhab
memberi kebebasan bagi kita untuk memilih cara praktik ajaran Buddha yang
sesuai dengan watak dan membuat kita merasa nyaman. Namun begitu, kita harus
tetap mempertahankan pikiran terbuka dan menghormati tradisi lain.
Perbedaan dalam memilih tradisi/mazhab pada dasarnya tidak
boleh menghalangi hubungan yang akrab baik secara pribadi, keluarga, maupun
kelompok. Karena pada dasarnya kita masih satu sebagai siswa Buddha
Pesan Kitab Suci:
Dhammapada syair 183 sabbapāpassa
akaranaṁ kusalassūpasampadā sacittapariyodapanaṁ
etaṁbuddhāna sāsanaṁ.
Artinya:
Tidak melakukan segala bentuk kejahatan, senantiasa
mengembangkan kebajikan, dan membersihkan batin; inilah Ajaran Para Buddha.
Simpulan
Meskipun
terdapat perbedaan dalam hal praktik dan penekanan, semua aliran dalam agama
Buddha memiliki tujuan yang sama, yaitu mencapai Nibbana atau pembebasan dari
penderitaan. Mempelajari berbagai aliran ini dapat memperkaya pemahaman kita
tentang agama Buddha dan membantu kita memilih jalan spiritual yang sesuai
dengan diri kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar