Minggu, 20 Januari 2013

"Sejarah dan Mitologi"


Asal Kata
Lentera Imlek
Lentera Imlek
Tahun Baru China merupakan hari raya yang paling penting dalam masyarakat China. Perayaan Tahun Baru China juga dikenal sebagai 春節 Chūnjié (Festival Musim Semi / Spring Festival), 農曆新年 Nónglì Xīnnián (Tahun Baru), atau 過年 Guònián atau sin tjia.
Diluar daratan China, Tahun Baru China lebih dikenal sebagai Tahun Baru Imlek. Kata Imlek (阴历 : Im = Bulan, Lek = penanggalan) berasal dari dialek Hokkian atau mandarinya yin li yang berarti kalender bulan. Perayaan Tahun Baru Imlek dirayakan pada tanggal 1 hingga tanggal 15 pada bulan ke-1 penanggalan kalender China yang menggabungkan perhitungan matahari, bulan, 2 energi yin-yang, konstelasi bintang atau astrologi shio, 24 musim, dan 5 unsur. (Festival Musim Semi).
Karena 1/5 penghuni bumi ini adalah orang China, maka Tahun Baru China hampir dirayakan oleh seluruh pelosok dunia dimana terdapat orang China, keturunan China atau pecinan. Banyak bangsa yang bertetangga dengan China turut merayakan Tahun Baru China seperti Taiwan, Korea, Mongolia, Vietnam, Nepal, Mongolia, Bhutan, dan Jepang.

Sabtu, 19 Januari 2013

8 Festival Penting dalam Tradisi Tionghoa


8 Festival Penting dalam Tradisi Tionghoa


hari raya dalam tradisi tionghoaHari Raya atau Festival merupakan bagian dari suatu kebudayaan, terbentuk mulai dari ribuan tahun hingga kini. Hari Raya atau Festival dalam tradisi Tionghoa kebanyakan berasal dari astronomi, kalender dan Matematika  serta adanya pengaruh karakter sejarah didalamnya. Berikut ini merupakan 8 (delapan) Hari Raya maupun Festival Penting dalam Tradisi Tionghoa yang masih dirayakan sampai saat ini berdasarkan urutan bulannya dalam setahun.  

Festival Tahun Baru Imlek  (“Chun Jie[春节]”)


Tahun Baru Imlek atau juga disebut dengan Istilah Festival Musim Semi (“Chun Jie []”) merupakan hari raya yang berkaitan dengan pergantian musim dari Musim Dingin ke Musim Semi. Karena Musim Semi dihitung sebagai Musim Pertama dari Empat musim yang ada (4 Musim = Musim Semi, Musim Panas, Musim Gugur dan Musim Dingin) maka berdasarkan penanggalan Imlek, Hari pertama Mulainya Musim Semi merupakan hari pertama daripada Satu Tahun. Oleh karena itu, Festival Musim Semi juga dikenal sebagai Tahun Baru Imlek yang dirayakan oleh Masyarakat Tionghoa hingga kini.

Jumat, 18 Januari 2013

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN PENELITIAN MEDIA INSTRUKSIONAL

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN PENELITIAN MEDIA INSTRUKSIONAL


Ditulis oleh
Suwito

I.      Pendahuluan
Teknologi pendidikan berkembang sejalan dengan kemajuan jaman yang makin maju, sehingga perlu adanya usaha-usaha yang dapat menjawab tantangan-tantangan yang ada dalam dunia pendidikan. Adapun tantangan dalam dunia pendidikan dicoba dipecahkan oleh pakar-pakar teknologi pendidikan.
Pakar-pakar teknologi pendidikan mencoba memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh pembelajar yaitu dengan cara menciptakan media-media pembelajaran seperti  radio,televisi,infokus,komputer dan sejenisnya.media-media ini memberikan kemudahan kepada pembelajar dan pebelajar dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat menerima materi pembelajaran dengan mudah.
Perkembangan jaman menuntut guru untuk melakukan perubahan pada proses pembelajaran agar pebelajar lebih mudah memahami materi pelajaran yang disampaikan. Seperti yang dikutip oleh Martinis Yamin dalam bukunya yang berjudul “Paradigma pendidikan konstruktivistik yaitu “guru harus memiliki daya cipta, strategi baru, dan melepaskan diri dari rutinitas pada saat situasi memerlukan perubahan” (Anita Woolfolk, 2004), seperti pada jaman sekarang.
II.      Rumusan masalah
1.      Apa pengertian teknologi pendidikan?
2.      Bagaimana sejarah perkembangan teknologi pendidikan?
3.      Bagaimana karakteristik dan jenis media pembelajaran berbasis teknologi  pendidikan?

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN PENELITIAN MEDIA INSTRUKSIONAL

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN PENELITIAN MEDIA INSTRUKSIONAL


Ditulis oleh
Suwito

I.      Pendahuluan
Teknologi pendidikan berkembang sejalan dengan kemajuan jaman yang makin maju, sehingga perlu adanya usaha-usaha yang dapat menjawab tantangan-tantangan yang ada dalam dunia pendidikan. Adapun tantangan dalam dunia pendidikan dicoba dipecahkan oleh pakar-pakar teknologi pendidikan.
Pakar-pakar teknologi pendidikan mencoba memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh pembelajar yaitu dengan cara menciptakan media-media pembelajaran seperti  radio,televisi,infokus,komputer dan sejenisnya.media-media ini memberikan kemudahan kepada pembelajar dan pebelajar dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat menerima materi pembelajaran dengan mudah.
Perkembangan jaman menuntut guru untuk melakukan perubahan pada proses pembelajaran agar pebelajar lebih mudah memahami materi pelajaran yang disampaikan. Seperti yang dikutip oleh Martinis Yamin dalam bukunya yang berjudul “Paradigma pendidikan konstruktivistik yaitu “guru harus memiliki daya cipta, strategi baru, dan melepaskan diri dari rutinitas pada saat situasi memerlukan perubahan” (Anita Woolfolk, 2004), seperti pada jaman sekarang.
II.      Rumusan masalah
1.      Apa pengertian teknologi pendidikan?
2.      Bagaimana sejarah perkembangan teknologi pendidikan?
3.      Bagaimana karakteristik dan jenis media pembelajaran berbasis teknologi  pendidikan?

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN PENELITIAN MEDIA INSTRUKSIONAL

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN PENELITIAN MEDIA INSTRUKSIONAL


Ditulis oleh
Suwito

I.      Pendahuluan
Teknologi pendidikan berkembang sejalan dengan kemajuan jaman yang makin maju, sehingga perlu adanya usaha-usaha yang dapat menjawab tantangan-tantangan yang ada dalam dunia pendidikan. Adapun tantangan dalam dunia pendidikan dicoba dipecahkan oleh pakar-pakar teknologi pendidikan.
Pakar-pakar teknologi pendidikan mencoba memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh pembelajar yaitu dengan cara menciptakan media-media pembelajaran seperti  radio,televisi,infokus,komputer dan sejenisnya.media-media ini memberikan kemudahan kepada pembelajar dan pebelajar dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat menerima materi pembelajaran dengan mudah.
Perkembangan jaman menuntut guru untuk melakukan perubahan pada proses pembelajaran agar pebelajar lebih mudah memahami materi pelajaran yang disampaikan. Seperti yang dikutip oleh Martinis Yamin dalam bukunya yang berjudul “Paradigma pendidikan konstruktivistik yaitu “guru harus memiliki daya cipta, strategi baru, dan melepaskan diri dari rutinitas pada saat situasi memerlukan perubahan” (Anita Woolfolk, 2004), seperti pada jaman sekarang.
II.      Rumusan masalah
1.      Apa pengertian teknologi pendidikan?
2.      Bagaimana sejarah perkembangan teknologi pendidikan?
3.      Bagaimana karakteristik dan jenis media pembelajaran berbasis teknologi  pendidikan?

Minggu, 13 Januari 2013

ACCELERATED LEARNING

ACCELERATED LEARNING
(Percepatan Pembelajaran)


oleh

Suwito


ACCELERATED LEARNING
(Percepatan Pembelajaran)


A.    PENDAHULUAN
Keberhasilan pendidikan formal banyak ditentukan oleh keberhasilan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, yakni keterpaduan antara kegiatan pendidik dengan kegiatan peserta didik. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan pembelajaran ini banyak upaya yang dapat dilakukan oleh pendidik dengan cara meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang strategi pembelajaran, sehingga kegiatan belajar mengajar lebih efektif dan efisien.
Untuk menguasai perubahan pembelajaran yang berlangsung cepat dibutuhkan pula cara belajar cepat dan kemampuan menyerap serta memahami informasi baru dengan cepat pula. Seiring dengan hal tersebut, saat ini muncul satu konsep yang menawarkan cara belajar yang lebih cepat, yang dikenal dengan konsep “Accelerated Learning”. Teknik belajar ini diharapkan dapat membantu peserta didik untuk belajar lebih cepat dari sebelumnya.

B. KONSEP ACCELERATED LEARNING
Accelerated artinya dipercepat dan Learning artinya pembelajaran. Jadi, Accelerated Learning dapat diartikan percepatan pembelajaran atau cara belajar cepat. Konsep cara belajar cepat ini diawali oleh pandangan Colin Rose dan Malcolm Nicholl tentang adanya kebutuhan yang mendesak akan revolusi dalam cara belajar dan bagaimana melakukan sesuatu bagi para siswa dari seluruh usia, orang tua, pendidik, dan dunia usaha serta pemerintah untuk mendongkrak tingkat prestasi. Perubahan dunia yang begitu cepat menuntut dan mensyaratkan kemampuan belajar yang lebih cepat. Kompleksitas dunia yang terus meningkat juga menuntut kemampuan yang sesuai untuk menganalisis setiap situasi secara logis dan memecahkan masalah secara kreatif.

Sabtu, 12 Januari 2013

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK PADA MATA PELAJARAN AGAMA BUDDHA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK
PADA MATA PELAJARAN AGAMA BUDDHA


Oleh
Suwito



PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN
INVESTIGASI KELOMPOK
PADA MATA PELAJARAN AGAMA BUDDHA
 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah                       : SMA SARIPUTRA
Mata pelajaran          : AGAMA BUDDHA
Kelas/semester           : X / I (Satu)
Alokasi waktu            : 2 x 45 Menit (2 x pertemuan)
Tahun Pelajaran       : 2010 – 2011


A.     Standar kompetensi
Menjelaskan hukum-hukum kebenaran

B.     Kompetensi dasar
Mendeskripsikan Hukum Karma

C.     Indikator
Ø  Menjelaskan pengertian hukum karma
Ø  Menjelaskan karma menurut sifatnya dan pencetusnya
Ø  Membedakan karma baik dan karma buruk
Ø  Menjelaskan manfaat hukum karma

D.     Tujuan pembelajaran
Ø  Agar siswa mengerti tentang hukum karma
Ø  Agar siswa mengerti tentang karma menurut sifat dan pencetusnya
Ø  Agar siswa dapat membedakan karma baik dan karma buruk
Ø  Agar siswa mengetahui manfaat dari memahami hukum karma

E.     Materi pokok
Hukum Karma

F.      Uraian materi
1.    Apa pengertian hukum karma
2.    Bagaimana karma menurut sifat dan pencetusnya
3.    Apa bedanya karma baik dan karma buruk
4.    Apa manfaatnya mempelajari dan memahami hukum karma



G.    Pendekatan pembelajaran
Pencekatan contexstual teaching and learning (CTL)
Pendekatan deduktif (deductive approach)
pendekatan konsep