Jumat, 24 September 2021

Soal Ujian, Materi Pokok: Dasa Paramita dan Kisah Rumah Terbakar

Soal Ulangan Kelas 6 Sekolah Dasar

Materi pokok: Dasa Paramita dan Kisah Rumah Terbakar

1.         Perbuatan luhur tentang beramal, berkorban baik materi maupun bukan materi disebut....

a.       Dana Paramita

b.      Sila Paramita

c.       Ksanti Paramita

d.      Virya Paramita

2.         Anak seorang Raja yang telah membagi habis harta miliknya sebagai derma, sampai akhirnya beliau menyerahkan juga gajah putih milik kerajaan kepada kaum pendeta. Nama anak seorang Raja tersebut adalah ....

a.       Visvantara

b.      Raja Sanjaya

c.       Bimbisara

d.      Visvamita

3.         Sila Paramita merupakan perbuatan luhur tentang hidup bersusila. Perbuatan luhur yang dilakukan melalui pikiran dalam bahasa pali disebut....

a.       Kusala-vaci-kamma

b.      Kusala-mano-kamma

c.       Akusala-mano-kama

d.      Akusala-vaci-kamma

4.         Perhatikan kutipan dhammapada berikut: “sungguh bahagia jika kita hidup tanpa membenci, diantara orang-orang yang membenci; diantara orang-orang yang membenci, kita hidup tanpa membenci”. Syair tersebut terdapat dalam...

a.       Dhammapada, syair 197

b.      Dhammapada, pandita Vagga,82

c.       Dhammapada, Kodha Vagga;223

d.      Dhammapada, Appamada Vagga;II Kewaspadaan 26

5.         Di bawah ini yang merupakan contoh tentang praktik kesabaran (ksanti paramita) adalah....

a.       Andi sedang belajar, tapi orang tuanya selalu minta tolong saat dia sedang belajar dan akhirnya dia marah kepada orang tuanya.

b.      Toto sedang belajar, tapi adik nya selalu mengganggunya dan dia marah kepada adiknya tersebur.

c.       Dina sedang belajar bersama adeknya, tapi adeknya minta diajari terus olehnya. Akhirnya Dina pun membagi konsentrasinya menjadi dua yaitu mengerjakan tugas-tugasnya sendiri dan membantu adeknya mengerjakan PR.

d.      Loba mendapatkan tugas rumah dari gurunya, tapi dia tidak mau mengerjakan karena waktu dikumpulnya tugas tersebut masih lama.

6.         Terdapat dua macam virya paramita. Perbuatan luhur tentang ketekunan dan kesungguhan dalam pelaksanaan ajaran Buddha disebut....

a.       Sannaha Virya

b.      Virya Paramita

c.       Ksanti Paramita

d.      Prayoga Virya

7.         Di bawah ini, yang merupakan kutipan syair dhammapada, Pandita Vagga 82 adalah....

a.       Bagaikan danau yang dalam, airnya jernih dan tenang. Demikian pula batin para orang bijaksana, menjadi tentram karena mendengarkan dhamma.

b.      Sungguh bahagia jika kita hidup tanpa membenci, diantara orang-orang yang membenci; diantara orang-orang yang membenci, kita hidup tanpa membenci.

c.       Kalahkan kemarahan dengan cinta kasih dan kalahkan kejahatan dengan kebajikan. Kalahkan kekikiran dengan kemurahan hati, dan kalahkan kebohongan dengan kejujuran.

d.      Walaupun seseorang masih muda dan kuat, namun bila malas dan tidak mauberjuang semasa harus berjuang, serta berpikiran lamban, maka orang yang malas dan lamban seperti itu tidak akan menemukan jalan yang benar.

8.         Di bawah ini, yang termasuk dalam kisah Mahakappina Thera adalah....

a.       Seorang Raja dari Kukkutavati. Mempunyai seorang permaisuri bernama Anoja. Ia juga memiliki seribu orang menteri yang membantu kelangsungan pemerintahan.

b.      Umat awam berbakti, murid Buddha. anaknya bernama Kana telah menikah dengan seorang pemuda dari desa lain.

c.       Dhammika tinggal di Savatthi bersama istrinya. Suatu hari, ia berkata kepada istrinya yang sedang hamil bahwa ia berkeinginan untuk menjadi seorang Bhikkhu.

d.      Anak seorang Raja yang telah membagi habis harta miliknya sebagai derma, sampai akhirnya beliau menyerahkan juga gajah putih milik kerajaan kepada kaum pendeta.

9.         Pencipta lagu “Lima Orang Pertapa” adalah....

a.       Darmadi Tjahjadi

b.      Bante Saddhanyano

c.       Jan Hien

d.      Jokky

10.     Pengertian Adhitthana adalah....

a.       Cinta kasih tanpa keinginan memiliki, cinta kasih yang ditujukan kepada semua makhluk tanpa membeda-bedakan.

b.      Sabar dalam menghadapi segala sesuatu. Mampu mengendalikan pikiran, sehingga kita bebas dari kekotoran batin.

c.       Tekad yang mantap, memutuskan sesuatu dengan tepat, dan berbuat sesuatu selesai pada waktunya. Tidak menunda-nunda pekerjaan.

d.      Berusaha dengan sekuat tenaga, tidak takut akan rintangan.

11.     Sikap yang harus dimiliki oleh seorang pelajar dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah adalah....

a.       Virya

b.      Nekkhama

c.       Ksanti

d.      Adhitthana

12.     Tokoh utama dalah kisah rumah yang terbakar adalah...

a.       Ayah

b.      Anak-anak

c.       Kereta Lembu

d.      Kereta Rusa

13.     Jumlah kereta yang diberikan ayah dalam kisah perumpamaan “Rumah yang terbakar” adalah....

a.       1 Kereta

b.      2 Kereta

c.       3 Kereta

d.      4 Kereta

14.    Perumpamaan dari kehidupan semua makhluk yang dipenuhi dengan kekotoran batin, keserakahan, kebencian, kegelapan batin, lahir, tua, sakit dan mati adalah makna dari ....

a.     Rumah yang terbakar

b.     Kembalinya  anak yang hilang

c.     Orang terkena panah beracun

d.     Kisah Bhikkhu Dhammika

15.    Arti perumpamaan dari mainan “Kereta Lembu” yang diberikan Ayah kepada anaknya dalam kisah “Rumah yang Terbakar” adalah ....

a.      Savaka-Buddha yang merupakan Arahat (pengikut kesadaran), tetapi mencapai tahap Kesadaran dengan mendengarkan Dharma

b.      Pacceka-Buddha atau Pratyeka-Buddha yang menyerupai Samma-Sambuddha, tetapi senantiasa diam dan menyimpan pencapaian Dharma pada diri sendiri

c.       Samma-Sambuddha yang mendapat Kesadaran penuh tanpa guru, hanya dengan usaha sendiri

d.      Manjusri adalah seorang bodhisattva yang dikaitkan dengan kebijaksanaan, pengajaran dan kesadaran dan dalam tradisi Vajrayana merupakan dewa meditasi (yidam), yang menggambarkan kebijaksanaan yang tercerahkan




Semoga bermanfaat dan dapat membantu anda sekalian dalam belajar Buddha Dhamma. semoga dhamma selalu lestariterima kasih sudah berkunjung ke laman ini, semoga anda sekalian berbahagia, SUKSES selalu.

 


Soal Ujian, Materi Pokok: Keajaiban Pencapaian Penerangan Sempurna Pertapa Siddharta Gotama

Soal Ulangan Kelas 6 Sekolah Dasar

Materi Pokok: Keajaiban pencapaian penerangan sempurna

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1.         Diusia yang sangat muda, Pangeran Siddharta pernah bermeditasi dan mencapai Jhana. Meditasi yang dilakukan Pangeran Siddharta pada waktu itu adalah dengan mempergunakan objek ....

a.       Warna

b.      Pernapasan

c.       Pendengaran

d.      penglihatan

2.         Hal baik yang harus dilakukan pada saat sebelum memulai pembelajaran adalah ....

a.       Berdoa terlebih dahulu sebelum belajar

b.      Santai-santai menjelang jam belajar

c.       Tidak peduli saat pembelajaran dimulai

d.      Berdoa setelah selesai belajar

3.         Pangeran Siddharta menebarkan delapan ikat rumput kering sebelum duduk di bawah pohon Mahabodi. Rumput-rumput kering itu berubah menjadi ....

a.       Singgasana Permata yang besar

b.      Nasi susu Ghana

c.       Mangkuk Emas

d.      Kalung permata yang mahal

4.         Tindakan bajik yang harus anda lakukan jika melihat seorang gelandangan yang sedang kelaparan di pinggir jalan adalah ....

a.       Membiarkan gelandangan tersebut begitu saja

b.      Memberi makanan gelandangan tersebut untuk dimakan

c.       Memanggil orang lain untuk membantu gelandangan tersebut

d.      Mendekati gelandangan tersebut dan mengusirnya

5.         Seseorang yang memberikan delapan ikat rumput adalah ....

a.       Chana

b.      Suddhodana

c.       Sotthiya

d.      Sujata

6.         Waktu diselenggarakannya peringatan Asadha Puja 2565 BE/2021 oleh perguruan Sariputra yang dilakukan secara virtual yaitu ....

a.       Tanggal 23 Juli 2021

b.      Tanggal 24 Juli 2021

c.       Tanggal 25 Juli 2021

d.      Tanggal 26 Juli 2021

7.         Hal yang dilakukan Buddha Gotama pada saat mengalahkan Mara adalah ....

a.       Marah dengan mengeluarkan sejata

b.      Membentak dan menyuruhnya pergi

c.       Mengalahkannya dengan api kemarahan

d.      Mengalahkannya dengan cinta kasih

8.         Jika ada teman yang menyakitimu, hal yang seharusnya kamu lakukan adalah ....

a.       Membalas menyakiti

b.      Membiarkannya menyakiti

c.       Membalasnya dengan cinta kasih

d.      Menyuruh orang lain membalasnya

9.         Nama seseorang yang berdana Nasi susu Ghana kepada Pangeran Siddharta sebelum mencapai penerangan sempurna adalah ....

a.       Sunjata

b.      Sundari

c.       Sujata

d.      Suddhodana

10.     Pencipta lagu “Lima orang Pertapa” yaitu ....

a.       Bante Saddhanyano

b.      Bante Saddhanyano dan jan Hien

c.       Jan Hien

d.      Jokky


Semoga bermanfaat dan dapat membantu anda sekalian dalam belajar Buddha Dhamma. semoga dhamma selalu lestari. terima kasih sudah berkunjung ke laman ini, semoga anda sekalian berbahagia, SUKSES selalu.

Rabu, 22 September 2021

Perumpamaan Orang yang Terkena Panah Beracun

Perumpamaan Orang yang Terkena Panah Beracun

Bagian 1: Mendahulukan yang paling penting dan bermakna

Buddha memberikan dhamma-Nya dengan banyak pertimbangan. Diantaranya yang terpenting adalah kebermanfaatannya bagi makhluk yang akan menerima dhamma tersebut. Saat ini yang tepat bagi kita adalah mempelajari dhamma, dengan penuh keyakinan, serta menjalankan dengan sungguh-sungguh. Sumber dhamma yang dapat kita pelajari adalah melalui Kitab Suci Tripitaka/Tipitaka.

 

Bagian 2: Kisah orang yang terkena panah beracun

Perumpamaan orang yang terkena panah beracun 

Kotbah ini disampaikan berkenaan dengan pertanyaan Malunkyaputta kepada Buddha, saat beliau berada di Jetavana taman milik Anathapindika, Savathi.

Malunkyaputta meminta penjelasan tentang buah pikirannya yang muncul saat meditasi, seperti “apakah alam semeste ini kekal abadi, apakah alam semesta ini tidak kekal abadi, apakah alam semesta ini berbatas, apakah jiwa itu sama dengan badan, apakah sang tathagata ada sesudah kematian, apakah sang tathagata ada dan tidak ada sesudah kematian, apakah sang tathagata tidak ada dan bukan tidak ada sesudah kematian?”.

Mendengar pertanyaan tersebut, Buddha menjelaskan dengan perumpamaan orang yang terkena panah beracun.


Bagian 3: Makna cerita perumpamaan orang terkena panah beracun

Bila suatu perbuatan setela selesai dilakukan tidak membuat seseorang menyesal, maka perbuatan itu adalah baik. Orang itu akan menerima buah perbuatannya dengan hati gembira dan puas.

Memaknai kisah orang yang terkena panah beracun

Cerita perumpamaan orang yang terluka terkena panah beracun, diambil dari Kitab Suci Tripitaka Majima Nikaya I: 63, dari Culamalunkya Sutta, 63. Dijelaskan dalam cerita tentang apa yang seharusnya orang lakukan, hal-hal yang lebih penting, dan tidak mengembangkan pada pikiran-pikiran yang tidak perlu.

Simpulan Pelajaran 4

1.       Kita seharusnya tidak berpikir yang tidak perlu dipikirkan, seperti mistis, atau seperti yang dipertanyakan oleh Bhikkhu Malunkyaputta, karena pemikiran demikian tidak akan membawa pada tujuan sempurna yaitu Nibbana.

2.       Buddha telah membabarkan tentang Cattari Arya Saccani, yang sangat penting dalam mencapai tujuan umat Buddha yaitu Nibbana.

3.       Buddha telah memberikan bagaimana cara melenyapkan dukkha, yaitu dengan memahami Empat Kebenaran Mulia:

Dukkha Arya Sacca (kebenaran mulia tentang duka)

Dukkha Samudaya Arya Sacca (kebenaran mulia tentang sebab duka)

Dukkhaniroda Arya Sacca (kebenaran mulia tentang lenyapnya duka)

Dukkhaniroda Gaminipatipada Arya Sacca (kebenaran mulia tentang jalan menuju lenyapnya duka)



"Barang siapa yang berbuat jahat terhadap orang baik, orang suci dan orang yang tidak bersalah maka kejahatan akan berbalik menimpa orang bodoh itu bagaikan debu yang dilempar melawan angin". (Dhammapada papa Vagga no.10)


Sumber: samaggi-phala.or.id, dengan berbagai perubahan dan penyesuaian



setelah mempelajari materi pelajaran 4 tentang perumpamaan orang yang terkena panah beracun, silahkan buka link di bawah ini untuk mengasah pemahaman Anda!

selamat belajar, sukses selalu buat ANDA!!!


https://forms.gle/TQGmXeFuBfuDqPJDA


Selamat, ANDA SUKSES!

Selasa, 07 September 2021

Lirik lagu Empat Kebenaran Mulia

Empat Kebenaran Mulia
Albm. Sopaka
(Ehipassiko Foundation)
 
Bila ku diberikan sesuatu
Oleh Mama dan Papa
Atau siapa saja
Selalu ku bersyukur
 
Menerima dengan hati tulus
Agar tak ada rasa cemas
Oleh keinginan yang berlebihan
 
Adanya derita karna keinginan
Sebab nya derita ingin berlebihan
Akhirnya derita tiada keingin
Lenyapnya derita hidup bahagia

Link youtube nya ada dibawah ini:


Terima kasih sudah berkunjung ke laman ini.

Semoga Anda Bahagia dan sukses selalu!

Lirik Lagu Catari Arya Saccani

CATARI ARYA SACCANI (Empat Kebenaran Mulia)
Cipt. Darmadi Tjahjadi
 
Cattari Ariya Saccani
Cattari Ariya Saccani Empat Kesunyataan Mulia
Membabarkan tentang kehidupan
Yang selalu penuh derita
Dukkha oh...Dukkha...Lahir, Tua, Sakit, Mati...
 
Berpisah dengan yang dicinta
Berkumpul dengan yang dibenci
Tak tercapai cita-cita
Semua adalah Dukkha
 
Kesunyataan tentang sumber Dukkha
Tanha dan Avijja
Tanha kaulah nafsu keinginan
Avijja kau kegelapan bathin
Kau selalu membuat derita
Bagaikan rantai besi yang mengikat
 
Kesunyataan lenyapnya dukkha
Bila tanha dan avijja lenyap
Hilanglah semua derita
Tercapailah bah'gia Nibbana
 
Jalan menuju lenyapnya dukkha
Ariya Atthangika Magga
Jalan tengah berunsur delapan
Menuju jalan ke Nibbana
Pengertian dan Pikiran benar
 
Ucapan yang benar
Perbuatan dan Mata Pencaharian benar
Usaha benar dan Perhatian benar
Konsentrasi yang benar
 
Inilah Ariya Atthangika Magga

Link youtube nya ada di bawah ini:


Terima kasih sudah berkunjung ke laman ini.
semoga Anda bahagian dan sukses selalu!

Jumat, 03 September 2021

Empat Kebenaran Mulia

Kegiatan Belajar 8

Empat kebenaran Mulia

Definisi :

Empat Kebenaran Mulia (Cattari Ariya Saccani)

Empat kebenaran mulia adalah ajaran Buddha yang pertama kali disampaikan kepada lima orang pertapa (Asaji, Mahanama, Kondanna, Badhya, dan Vappa). Ajaran ini disampaikan dalam khotbah-Nya yang disebut dengan Dhammaccakkappavattana Sutta, bertempat di Taman Rusa Isipatana Kota Benares.

Kebenaran-kebenaran yang yang dijelaskan Buddha dalam empat kebenaran mulia ini adalah kebenaran yang terjadi dan dialami oleh setiap orang, bahkan setiap makhluk hidup.

Apa saja empat kebenaran mulia itu?

Mari kita bahas penjelasanya lebih lanjut.

1.        Kebenaran Mulia Tentang Dukkha (Dukkha Ariya Sacca)

Kebenaran yang pertama dalam kehidupan ini adalah semua makhluk termasuk manusia pasti mengalami dukkha. Dukkha artinya ketidakpuasan.

Setiap orang tidak bisa lepas dari sakit, sedih, kecewa, menua dan akhirnya meninggal dunia. Sakit, sedih, dan kecewa umumnya disebut sebagai penderitaan dan semua itu membuat orang tidak senang dan tidak puas atau menderita.

Nah, apakah diantara kalian tidak pernah sedih?

Hal itu menandakan bahwa dukkha adalah nyata dan ada bersama kita.

Oleh karena itu, ketika sakit, sedih, kecewa itu datang, kita harus belajar menerima dan tidak bersedih berlebihan.

Secara umum, dukkha dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu dukkha fisik dan dukkha batin.

 

2.       Kebenaran Mulia tentang Sebab Dukkha (Dukkha Samudaya Arya Sacca)

Kebenaran kedua dalam hidup ini adalah penyebab dukkha. Tidak ada satu pun, apa yang terjadi dengan diri kita tanpa sebab, demikian juga penderitaan.

Contoh-contoh penderitaan/dukkha pada poin pertama semua pasti dapat diketahui penyebabnya. Nah, apakah kalian pernah mengetahui penyebabnya?

 

Misalnya:

Sakit gigi bisa disebabkan karena gigi bolong, gigi bolong karena malas gosok gigi

Sakit kulit bisa disebabkan karena malas mandi atau mandinya tidak bersih, atau  karena airnya kotor dll.

Kecewa karena dappat nilai jelek atau tidak memuaskan, bisa disebabkan karena beberapa hal misal malas membaca, belajar, tidak menyimak pelajaran dengan baik dll. 

 

3.       Kebenaran Mulia tentang Berakhirnya Dukkha (Dukkha Nirodha Arya Sacca)

Kebenaran ketiga dalam kehidupan ini adalah adanya kebahagiaan. Kebahagiaan terjadi ketika dukkha berakhir. Berakhirnya dukkha ketika munculnya kebahagiaan.

Buddha mengajarkan bahwa setiap orang bisa bahagia. Apakah kamu juga ingin hidup bahagia?

Tentu pasti jawabanya, Ya! Dan semua orang pasti ingin bahagia. Apakah bahagia itu?

Secara umum, orang merasa bahagia ketika keinginannya terpenuhi.

Tapi perlu hati-hati, ketika keinginannya berlebihan dan tidak dapat tercapai akan menyebabkan penderitaan.

 

4.       Kebenaran Mulia tentang Cara Mengakhiri Dukkha (Dukkha Niroda Gamini Patipada Arya Sacca)

Kebenaran ke empat adalah ada cara untuk mengakhiri dukkha. Cara untuk mengakhiri dukkha dan meraih kebahagiaan ada tiga langkah.

Tiga langkah tersebut adalah:

Pertama harus berperilaku baik (sila); 

Ke dua harus rajin meditasi (samadhi);

Ke tiga harus belajar bijaksana (panna);

 

1.     Pertama harus berperilaku baik (sila); artinya dapat berkata benar, berbuat benar, dan mata pencaharian benar.

2.    Ke dua harus rajin meditasi (samadhi); artinya selalu sadar dan fokus pada kebaikan yang dilakukan.

3.    Ke tiga harus belajar bijaksana (panna); artinya dapat membedakan baik dan buruk, benar dan salah, tidak tergoda oleh hal-hal yang tidak benar.