Senin, 03 Agustus 2020

PELAJARAN 2: Dasa Paramita (Dhyana dan Prajna Paramita)

Pertemuan 3
Dhyana dan Prajna Paramita

syair dhammapada, Pandita Vagga, 82; 
bagaikan danau yang dalam, airnya jernih dan tenang.
demikian pula batin para orang bijaksana,
menjadi tentram karena mendengarkan dhamma.

A. Dhyana Paramita
Dhyana berarti usaha-usaha untuk mengalami dan memperoleh ketentraman dan ketenangan (samatha) yang berkaitan dengan konsentrasi mental atau meditasi (suwarto, 1995;252).

Brahma Vihara :
       Cinta kasih (maitri/metta)
       Kasih sayang (karuna)
       Simpatik/berbudi luhur (mudita)
•    Ketenangan hati (upeksha)

Kisah Mahakappina

       Mahakappina = raja dari Kukutavati; punya permaisuri bernama Anoja; punya 1000 orang menteri;

       Yojana (bahasa sanskerta): sebuah unit atau satuan untuk mengukur jarak. Satu yojana kurang lebih pangjangnya sekitar 15 kilometer (https://id.m.wikipedia.org).

       Prajna Paramita merupakan Paramita yang sangat penting yaitu perbuatan luhur mengenai kebijaksanaan.


PELAJARAN 1: Keajaiban Pencapaian Penerangan Sempurna

PERTEMUAN 1

Lima Mimpi Pertapa Gotama

Panduan : Duduk Hening

·      Ayo, kita melakukan duduk hening lebih kurang 5 sampai 10 menit. Duduklah dengan santai, amati diri kita, atur pernapasan, dan lakukan hal berikut:

·      “Napas masuk....semoga semua makhluk berbahagia”

·      “Napas keluar....semoga semua makhluk berbahagia”

·      “Napas masuk....tercapailah cita-citaku”

·      “Napas keluar....tercapailah cita-citaku”

Buddha telah mengajarkan kita untuk membersihkan diri dari kekotoran, baik dari berpikir, berbicara, maupun dalam perbuatan badan jasmani. Kita harus berusaha dengan tekun untuk mencapai nibbana dengan selalu mengembangkan akar perbuatan baik (Alobha,Amoha, Adosa).

Inti cerita “Lima Mimpi Pertapa Gotama” “Gotama Meninggalkan Pertapaan Penyiksa Diri”

·       Saat melakukan pertapaan, Gotama menyadari penyiksaan diri yang berlebihan tidak membawa manfaat apa-apa. Oleh karena itu beliau memutuskan untuk makan secukupnya.

·       Melihat kejadian tersebut, lima pertapa tersebut beranggapan Gotama telah gagal berlatih dan meninggalkannya.

Lima Mimpi

1.     Tertidur di atas permukaan tanah dengan pegunungan himalaya sebagai bantalnya, tangan kiri-Nya di Samudra Timur, tangan kanan-Nya di Samudra Barat, dan kedua kaki-Nya di Samudra Selatan.

2.     Sejenis rumput yang disebut tiriya dengan tangkai merah berukuran sebuah gandar sapi muncul dari pusar-Nya dan sewaktu Beliau melihat, rumput tersebut tumbuh, tinggi dan lebih tinggi hingga mencapai langit, angkasa luas, seribu yojanà ke atas dan diam di sana

3.     Sekumpulan ulat berbadan putih dan kepala hitam perlahan-lahan merayap ke atas kaki-Nya, menutupi dari ujung kaki hingga ke lutut-Nya.

4.     Empat jenis burung berwarna biru, keemasan, merah, dan abu-abu terbang datang dari empat penjuru dan sewaktu mereka turun dan berdiri di atas kedua kaki-Nya, semua burung-burung itu berubah menjadi putih.

5.    Berjalan mondar-mandir, ke sana kemari di setumpukan kotoran setinggi gunung tanpa menjadi kotor. Petapa Gotama menafsirkan sendiri mimpi tersebut dan berkesimpulan: ”Pasti Aku akan mencapai Kebuddhaan hari ini juga.”

PERTEMUAN 2

Dana Nasi Susu Ghana oleh Sujata

Dana adalah pemberian tulus ikhlas untuk menolong makhluk lain. Dana tidak dipaksakan, hanya dianjurkan dan termasuk salah satu dari sepuluh perbuatan baik (Dasa punna Kiriyavatthu) yang dapat dilaksanakan oleh umat buddha.

Dasa punna kiriyavatthu (Dana, Sila, Bhavana,Apacayana, Veyyavacca, Pattidana, pattanumodana, Dhammasavana, Dhammadesana, Ditthujukamma) 

Inti Cerita: “Dana Nasi Susu Ghana oleh Sujata”

         Sujata adalah putri seorang kaya yang di masa mudanya sering berdoa di bawah pohon banyan, meminta pada dewa pohon jika menikah mendapat suami kaya dan kasta yang sama. Dan terkabulah permintaan itu.

         Suatu hari, dia melakukan persembahan dan melihat Pertapa Gotama sedang duduk di bawah pohon menghadap ke timur yang dianggapnya sebagai dewa pohon.

         Pertapapun menerima persembahan yang diberikan oleh Sujata.

         Gotama pergi ke sungai Neranjara dan melempar patta nya. Keajaiban terjadi. Patta tersebut melawan arus sungai.

Lagu : “Lima orang Pertapa”

Cipt: B. Saddhanyano

Engkau yang mulia lima pertapa

Yang slalu setia pada sang Buddha

Assaji, Mahanama juga Kondanna

Bhadiya dan Vappa semua baik hatinya

PERTEMUAN 3

Munculnya Singgasana Permata yang Besar

Syair Dhammapada, Magga Vagga, 280 :

Walaupun seseorang masih muda dan kuat, namun bila ia malas dan tidak mau berjuang semasa harus berjuang, serta berpikiran lamban, maka orang yang malas dan lamban seperti itu tidak akan menemukan jalan mengantarnya pada kebijaksanaan.

Inti Cerita: “Munculnya Singgasana Permata yang Besar”

·         Melanjutkan pertapaan di Hutan Sala di tepi sungai Neranjara, meditasi anapana.

·         Sotthiya seorang brahmana pemotong rumput dan mendanakan 8 ikat rumput kepada Gotama.

·         8 ikat rumput yang dari Sotthiya berubah menjadi singgasana permata yang besar, berukuran 16 lengan, sangat indah.

·         Gotama bermeditasi menghadap timur dengan tekad kuat “meskipun hanya kulitku yang tersisa, meskipun hanya uratku yang tersisa, meskipun hanya tulangku yang tersisa, meskipun seluruh tubuhku dan seluruh daging dan darahku mengering, jika aku belum mencapai kebudaan, aku tidak akan mengubah posturku dari duduk bersila seperti sekarang ini”.

Lagu : Selamat Hari Waisak

Cipt. Darmadi Tjahjadi

Selamat hari waisak, selamat hari waisak

Slamat hari suci waisak semua

Slamat berbahagia salam sejahtera

Selamat hari suci waisak

REFF :

Slamat-slamat bahagia

Damai tentram sentosa

Damai bahagia dalam Buddha Dharma

Selamat - slamat waisak

Bersama kita gembira

Dihari Tri Suci Waisak

Rangkapkan tanganmu di depan dada mu

Dan ucapkan semoga berbahagia

Salam dalam Dharma untuk semuanya

Selamat hari suci waisak

REFF :

S’lamat - selamat bahagia

Damai tentram sentosa

Damai bahagia dalam Buddha Dharma

Selamat - selamat waisak

Bersama kita gembira

Selamat hari suci Waisak 

PERTEMUAN 4

Keajaiban lainnya dalam Pencapaian Penerangan Sempurna

         Syair Dhammapada; Magga Vagga; 273:

         Diantara semua jalan, maka ‘jalan mulia berfaktor delapan’ adalah yang terbaik;

         Diantara semua kebenaran, maka ‘empat kebenaran mulia’ adalah yang terbaik.

         Diantara semua keadaan, maka keadaan tanpa nafsu adalah yang terbaik; dan

Ø  Diantara semua makhluk hidup, maka orang yang ‘melihat’ adalah yang terbaik.

Ø  Setelah menang melawan dewa mara penggoda, Bodhisatta menembus tiga pengetahuan (vijja) yaitu:

Ø  Pengetahuan mengenai kehidupan-kehidupan lampau (Pubbenivasanussati nana);

Ø  Mata dewa (debbacakkhu nana), dan pengetahuan akan padamnya perbuatan buruk, dan mencapai kebuddhaan di malam itu juga dalam bulan purnama Vesakha.

Pangeran Siddharta lahir pada bulan waisak tahun 623 SM. Menikah pada usia 16 tahun, dan meninggalkan istana 29 tahun. Bertapa 6 tahun, menjadi buddha pada usia 35 tahun

Waktu

Jenis Kebijaksanaan

Pukul 18.00 – 22.00 (waktu jawa pertama)

Kebijaksanaan untuk dapat melihat dengan jelas kelahiran-kelahirannya yang dulu (Pubbeni-vasanussatinana).

Pukul 22.00 – 02.00 (waktu jaga kedua)

Kebijaksanaan untuk dapat melihat dengan terang kematian dan tumimbal lahir makhluk-makhluk sesuai dengan karmanya (Cutupapatanana).

Pukul 02.00 – 04.00 (waktu jaga ketiga)

Kebijaksanaan untuk dapat menyingkirkan secara menyeluruh semua kekotoran batin yang halus sekali (Asavakkhayana).

 

“Dengan sia-sia aku mencari pembuat rumah ini, berlari berputar-putaran dalam lingkaran tumimbal lahir, menyakitkan, tumimbal lahir yang tiada habis-habisnya. O, pembuat rumah, sekarang telah kuketahui engkau tak akan dapat membuat rumah lagi. Semua atapmu telah kurobohkan, batinku sekarang mencapai keadaan Nibbana dan berakhirlah semua nafsu keinginan”

 Lagu : Pekik Kemenangan

(Cipt. Darmadi Tjahjadi)

       Melalui banyak kelahiran
dalam samsara
Mengembaralah aku mencari
tapi tak menemukan
Pembuat rumah ini

       Menyedihkan kehidupan
yang berulang-ulang
Oh pembuat rumah
kamu t’lah terlihat

       Kau tak akan membuat rumah lagi
Semua rakit-rakitmu patah
Balok utamamu telah dihancurkan
Batin mencapai keadaan
tanpa syarat

Tercapailah akhir dari pada Tanha


Memperhatikan dan menyimak cerita Keajaiban Pertapa Gotama Mencapai Penerangan Sempurna dapat dirangkum sebagai berikut:

  1. Pertapa Gotama dengan usaha yang sangat kuat serta pantang menyerah melakukan upaya yang gigih dan sumpah untuk dapat mencapai yang dicita-citakannya, yaitu dalam rangka mencapai kebudaan.
  2. melalui proses yang panjang dengan berbagai godaan Mara yang jahat akhirnya Pertapa Siddharta berhasil menjadi manusia suci yang telah terbebas dari segala nafsu.
  3. Pada saat Pertapa Siddharta menjadi Buddha terjadi berbagai macam keajaiban, antara lain seperti bumi bergetar, diudara terdengar musik yang merdu, pohon-pohon mendadak berbunga dan menyebarkan bau harum, binatang-binatang di hutan yang biasanya bermusuhan pada waktu itu dapat hidup berdampingan dengan damai.

PELAJARAN 2 : Dasa Paramita (Ksanti dan Virya)

Pertemuan 2
Ksanti dan Virya Paramita

Dhammapada, syair 197
sungguh bahagia jika kita hidup tanpa membenci,
diantara orang-orang yang membenci;
diantara orang-orang yang membenci, kita hidup tanpa benci.

A. Ksanti Paramita
Ksanti Paramita adalah merupakan suatu perbuatan luhur tentang kesabaran. ksanti paramita mencakup tiga pengertian, yaitu kesabaran, ketabahan, dan ketulusan hati.

Kisah tentang praktek kesabaran (Ksanti paramita)


B. Virya Paramita
Pengerti virya paramita adalah merupakan perbuatan luhur berupa keuletan, ketabahan, dan semangat.
 

Minggu, 02 Agustus 2020

PELAJARAN 2 : Dasa Paramita (Dana dan Sila)

Pertemuan 1
Dana dan Sila

A. Dana Paramita
Pengertian Dana adalah perbuatan luhur tentang beramal, berkorban baik materi maupun bukan materi yang diberikan kepada orang lain dengan penuh kerelaan.

4 Jenis Dana
1. Amisadana, yaitu dana dalam bentuk materi (benda) yang kita berikan kepada orang-orang yang membutuhkan, misalnya uang, keperluan hidup dan makanan.

2. Dhammadana, yaitu dana dalam bentuk bathin, memberikan khotbah Dhamma, memberikan nasehat-nasehat kepada seseorang sesuai dengan Ajaran Sang Buddha. Menurut kitab suci Prajna Paramita dikatakan, bahwa pemberian Dhamma melebihi segala macam pemberian lainnya.

Dana yang dapat dilakukan oleh orang-orang suci, yakni Sotapanna, Sakadagami, Anagami, Arahat dan Bodhisattva adalah:

3. Atidana, Dana yang dilakukan seseorang untuk kepentingan orang banyak dengan meninggalkan segala kesenangan dan harta bendanya. Misalnya dengan pengorbanan Pangeran Siddharta meninggalkan istananya sebagai calon raja, meninggalkan istri dan anaknya untuk kebahagiaan orang banyak.

4. Mahatidana, Pengurbanan jiwa-raga seseorang untuk kepentingan/kebahagiaan orang (makhluk) lain yang sedang menderita. Misalnya dalam cerita dongeng mengenai Bodhisattva Avalokitescara dan pada cerita Jataka.

B. Sila Paramita
Pengertian Sila Paramita adalah perbuatan luhur tentang hidup bersusila, tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik oleh badan (kaya), ucapan (vacci), pikiran (mano/citta).
3 akar perbuatan buruk/akar kesengsaraan yang dimiliki oleh seseorang dan harus dihilangkan adalah :
1. Lobha (hawa nafsu, keserakahan, tamak) 
2. Dosa (kebencian, keinginan buruk)
3. Moha (kebodohan batin, kebingungan mengenai pikiran)

dalam melatih sila paramita, terdapat 10 pantangan yang harus dijalankan sorang bodhisattva, yaitu:
1. pantangan membunuh makhluk hidup
2. pantang mencuri
3. pantang dari ketidak sucian
4. pantang berbicara bohong
5. pantang memfitnah
6. pantang berbicara kasar
7. pantang berbicara yang tidak berarti
8. pantang terhadap sifat iri hati
9. pantang terhadap sifat dengki
10. pantang dari pandangan salah




Senin, 23 September 2019

SOAL ULANGAN HARIAN September 2019

A. Pilihlah jawaban yang paling tepat. Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang paling benar!
1.       Seseorang yang dijelaskan tentang perumpamaan orang terkena panah beracun adalah ....
a.   Kondana                             c. Malunkyaputta
b.   Moggalana                         d. Sariputra
2.       Sutra yang menjelaskan tentang perumpamaan orang terkena panah beracun adalah ....
a.   Culamalunkyaputta sutta   c. Mahaparinibbana sutta
b.   Karaniyametta sutta           d. Sigalovada sutta
3.      Jumlah pertanyaan yang disampaikan Malunkyaputta yang terdapat dalam kisah perumpamaan orang terkena panah beracun adalah ....
a.   7 pertanyaan                       c. 9 pertanyaan
b.   8 pertanyaan                       d. 10 pertanyaan
4.       Alasan Buddha tidak menjawab pertanyaan Malunkyaputta adalah ....
a.   Menghasilkan kebaikan     c. Tidak menghasilkan kesucian
b.   Menghasilkan kepintaran   d. Tidak membawa kemajuan batin
5.   Kebijaksanaan untuk dapat melihat dengan jelas kelahiran-kelahirannya yang dulu dalam bahasa pali disebut ....
a.   Pubbeni-vasanussatinana   c. Cutupapatanana
b.   Asavakkhayanana              d. Dibbacakkhunana
6.       Pemberian yang tulus iklas untuk menolong makhluk lain adalah ....
a.   Sila                                     c. Panna
b.   Dana                                   d. Khanti
7.      Syair Dhammapada “walaupun seseorang masih muda dan kuat, namun bila ia malas dan tidak mau berjuang, serta berpikiran lamban, ......” kutipan syair dhammapada tersebut adalah ....
a.   Magga Vagga, 280             c. Magga Vagga, 285
b.   Magga Vagga, 290             d. Magga Vagga, 295
8.    Pengetahuan untuk dapat melihat kematian dan tumimbal lahit makhluk-makhluk sesuai dengan karmanya adalah ....
a.   Pubbeni-vasanussatinana   c. Cutupapatanana
b.   Dibbacakkhunana              d. Asavakkhayanana
9.       Hal yang harus dilakukan saat memiliki cita-cita menjadi orang sukses adalah ....
a.   Belajar sambil bermain      c. Belajar dan dan pantang menyerah
b.   Belajar dengan tekun         d. Mengandalkan orang tua
10.    Untuk menjaga dan meningkatkan keyakinan terhadap Triratna (Buddha, Dhamma, sangha) hal yang harus dilakukan adalah ....
a.   1 minggu sekali ke Vihara c. 2 Minggu sekali ke Vihara
b.   3 Minggu sekali ke Vihara d. 4 minggu sekali ke Vihara

B.  Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat!
1.       Perumpamaan orang terkena panah beracun disampaikan oleh ....
2.    Nama bhikkhu yang mengajukan 10 pertanyaan kepada Buddha, yang terdapat dalam kisah perumpamaan orang terkena panah beracun adalah ....
3.       Kitab yang menjelaskan tentang perumpamaan orang terkena panah beracun adalah ....
4.   Sikap orang yang terkena panah beracun dalam kisah “perumpamaan orang terkena panah beracun” adalah ....
5.       Perbuatan yang harus dilakukan saat melihat teman yang sedang menderita adalah ....

C.  Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar!
1.       Tuliksan 4 dari 10 pertanyaan yang disampaikan Malunkyaputta kepada Buddha!
2.       Jelaskan alasan Buddha tidak menjawab pertanyaan yang disampaikan Malunkyaputta!
3.       Jelaskan secara singkat makna dari kisah “perumpamaan orang yang terkena panah beracun”!
4.       Bagaimana akibatnya jika orang yang sedang terluka tapi tidak mau segera diobati?
5.       Apa yang kamu lakukan untuk meningkatkan kedisiplinan dalam belajar?


Selamat Anda Sukses!

      KUNCI JAWABAN
            A.    PILIHAN GANDA
1.     C
2.     A
3.     D
4.     D
5.     A
6.     B
7.     A
8.     D
9.     C
10.  D
            B.    ISIAN SINGKAT
1.     Buddha
2.     Bhikkhu Malunkyaputta
3.     Malunkyaputta sutta
4.     Egois
5.     Membantunya, menolongnya, memperhatikannya

            C.    ESSAY
1.     a. Apakah bumi ini kekal atau tidak kekal, apakah hidup ini kekal atau tidak kekal
2.     Buddha tidak menjawab pertanyaan malunkyaputta dikarenakan pertanyaan Malunkyaputta tidak membawa manfaat
3.     Kisah tentang perumpamaan orang terkena panah beracun memiliki makna yaitu orang yang terkena panah beracun terkesan memiliki ego yang tinggi dan tidak mengetahui bahwa dengan egonya yang tinggi dapat membahayakan nyawanya
4.     Ketika sedang terluka dan tidak mau diobati maka akibatnya adalah lukanya tidak akan bisa sembuh dan dapat menyebabkan kematian
5.     Untuk meningkatkan kedisiplinan dalam belajar adalah dengan memiliki cita-cita yang tinggi dan niat serta tekad yang kuat