Jumat, 18 Januari 2013

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN PENELITIAN MEDIA INSTRUKSIONAL

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN PENELITIAN MEDIA INSTRUKSIONAL


Ditulis oleh
Suwito

I.      Pendahuluan
Teknologi pendidikan berkembang sejalan dengan kemajuan jaman yang makin maju, sehingga perlu adanya usaha-usaha yang dapat menjawab tantangan-tantangan yang ada dalam dunia pendidikan. Adapun tantangan dalam dunia pendidikan dicoba dipecahkan oleh pakar-pakar teknologi pendidikan.
Pakar-pakar teknologi pendidikan mencoba memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh pembelajar yaitu dengan cara menciptakan media-media pembelajaran seperti  radio,televisi,infokus,komputer dan sejenisnya.media-media ini memberikan kemudahan kepada pembelajar dan pebelajar dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat menerima materi pembelajaran dengan mudah.
Perkembangan jaman menuntut guru untuk melakukan perubahan pada proses pembelajaran agar pebelajar lebih mudah memahami materi pelajaran yang disampaikan. Seperti yang dikutip oleh Martinis Yamin dalam bukunya yang berjudul “Paradigma pendidikan konstruktivistik yaitu “guru harus memiliki daya cipta, strategi baru, dan melepaskan diri dari rutinitas pada saat situasi memerlukan perubahan” (Anita Woolfolk, 2004), seperti pada jaman sekarang.
II.      Rumusan masalah
1.      Apa pengertian teknologi pendidikan?
2.      Bagaimana sejarah perkembangan teknologi pendidikan?
3.      Bagaimana karakteristik dan jenis media pembelajaran berbasis teknologi  pendidikan?

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN PENELITIAN MEDIA INSTRUKSIONAL

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN PENELITIAN MEDIA INSTRUKSIONAL


Ditulis oleh
Suwito

I.      Pendahuluan
Teknologi pendidikan berkembang sejalan dengan kemajuan jaman yang makin maju, sehingga perlu adanya usaha-usaha yang dapat menjawab tantangan-tantangan yang ada dalam dunia pendidikan. Adapun tantangan dalam dunia pendidikan dicoba dipecahkan oleh pakar-pakar teknologi pendidikan.
Pakar-pakar teknologi pendidikan mencoba memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh pembelajar yaitu dengan cara menciptakan media-media pembelajaran seperti  radio,televisi,infokus,komputer dan sejenisnya.media-media ini memberikan kemudahan kepada pembelajar dan pebelajar dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat menerima materi pembelajaran dengan mudah.
Perkembangan jaman menuntut guru untuk melakukan perubahan pada proses pembelajaran agar pebelajar lebih mudah memahami materi pelajaran yang disampaikan. Seperti yang dikutip oleh Martinis Yamin dalam bukunya yang berjudul “Paradigma pendidikan konstruktivistik yaitu “guru harus memiliki daya cipta, strategi baru, dan melepaskan diri dari rutinitas pada saat situasi memerlukan perubahan” (Anita Woolfolk, 2004), seperti pada jaman sekarang.
II.      Rumusan masalah
1.      Apa pengertian teknologi pendidikan?
2.      Bagaimana sejarah perkembangan teknologi pendidikan?
3.      Bagaimana karakteristik dan jenis media pembelajaran berbasis teknologi  pendidikan?

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN PENELITIAN MEDIA INSTRUKSIONAL

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN PENELITIAN MEDIA INSTRUKSIONAL


Ditulis oleh
Suwito

I.      Pendahuluan
Teknologi pendidikan berkembang sejalan dengan kemajuan jaman yang makin maju, sehingga perlu adanya usaha-usaha yang dapat menjawab tantangan-tantangan yang ada dalam dunia pendidikan. Adapun tantangan dalam dunia pendidikan dicoba dipecahkan oleh pakar-pakar teknologi pendidikan.
Pakar-pakar teknologi pendidikan mencoba memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh pembelajar yaitu dengan cara menciptakan media-media pembelajaran seperti  radio,televisi,infokus,komputer dan sejenisnya.media-media ini memberikan kemudahan kepada pembelajar dan pebelajar dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat menerima materi pembelajaran dengan mudah.
Perkembangan jaman menuntut guru untuk melakukan perubahan pada proses pembelajaran agar pebelajar lebih mudah memahami materi pelajaran yang disampaikan. Seperti yang dikutip oleh Martinis Yamin dalam bukunya yang berjudul “Paradigma pendidikan konstruktivistik yaitu “guru harus memiliki daya cipta, strategi baru, dan melepaskan diri dari rutinitas pada saat situasi memerlukan perubahan” (Anita Woolfolk, 2004), seperti pada jaman sekarang.
II.      Rumusan masalah
1.      Apa pengertian teknologi pendidikan?
2.      Bagaimana sejarah perkembangan teknologi pendidikan?
3.      Bagaimana karakteristik dan jenis media pembelajaran berbasis teknologi  pendidikan?

Minggu, 13 Januari 2013

ACCELERATED LEARNING

ACCELERATED LEARNING
(Percepatan Pembelajaran)


oleh

Suwito


ACCELERATED LEARNING
(Percepatan Pembelajaran)


A.    PENDAHULUAN
Keberhasilan pendidikan formal banyak ditentukan oleh keberhasilan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, yakni keterpaduan antara kegiatan pendidik dengan kegiatan peserta didik. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan pembelajaran ini banyak upaya yang dapat dilakukan oleh pendidik dengan cara meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang strategi pembelajaran, sehingga kegiatan belajar mengajar lebih efektif dan efisien.
Untuk menguasai perubahan pembelajaran yang berlangsung cepat dibutuhkan pula cara belajar cepat dan kemampuan menyerap serta memahami informasi baru dengan cepat pula. Seiring dengan hal tersebut, saat ini muncul satu konsep yang menawarkan cara belajar yang lebih cepat, yang dikenal dengan konsep “Accelerated Learning”. Teknik belajar ini diharapkan dapat membantu peserta didik untuk belajar lebih cepat dari sebelumnya.

B. KONSEP ACCELERATED LEARNING
Accelerated artinya dipercepat dan Learning artinya pembelajaran. Jadi, Accelerated Learning dapat diartikan percepatan pembelajaran atau cara belajar cepat. Konsep cara belajar cepat ini diawali oleh pandangan Colin Rose dan Malcolm Nicholl tentang adanya kebutuhan yang mendesak akan revolusi dalam cara belajar dan bagaimana melakukan sesuatu bagi para siswa dari seluruh usia, orang tua, pendidik, dan dunia usaha serta pemerintah untuk mendongkrak tingkat prestasi. Perubahan dunia yang begitu cepat menuntut dan mensyaratkan kemampuan belajar yang lebih cepat. Kompleksitas dunia yang terus meningkat juga menuntut kemampuan yang sesuai untuk menganalisis setiap situasi secara logis dan memecahkan masalah secara kreatif.

Sabtu, 12 Januari 2013

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK PADA MATA PELAJARAN AGAMA BUDDHA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK
PADA MATA PELAJARAN AGAMA BUDDHA


Oleh
Suwito



PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN
INVESTIGASI KELOMPOK
PADA MATA PELAJARAN AGAMA BUDDHA
 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah                       : SMA SARIPUTRA
Mata pelajaran          : AGAMA BUDDHA
Kelas/semester           : X / I (Satu)
Alokasi waktu            : 2 x 45 Menit (2 x pertemuan)
Tahun Pelajaran       : 2010 – 2011


A.     Standar kompetensi
Menjelaskan hukum-hukum kebenaran

B.     Kompetensi dasar
Mendeskripsikan Hukum Karma

C.     Indikator
Ø  Menjelaskan pengertian hukum karma
Ø  Menjelaskan karma menurut sifatnya dan pencetusnya
Ø  Membedakan karma baik dan karma buruk
Ø  Menjelaskan manfaat hukum karma

D.     Tujuan pembelajaran
Ø  Agar siswa mengerti tentang hukum karma
Ø  Agar siswa mengerti tentang karma menurut sifat dan pencetusnya
Ø  Agar siswa dapat membedakan karma baik dan karma buruk
Ø  Agar siswa mengetahui manfaat dari memahami hukum karma

E.     Materi pokok
Hukum Karma

F.      Uraian materi
1.    Apa pengertian hukum karma
2.    Bagaimana karma menurut sifat dan pencetusnya
3.    Apa bedanya karma baik dan karma buruk
4.    Apa manfaatnya mempelajari dan memahami hukum karma



G.    Pendekatan pembelajaran
Pencekatan contexstual teaching and learning (CTL)
Pendekatan deduktif (deductive approach)
pendekatan konsep


MODEL PENELITIAN YURISPRUDENSIAL
DALAM PEMBELAJARAN PKn



Oleh
Suwito



PENGENALAN MODEL PENELITIAN JURISPRUDENSIAL

A.    Tujuan dan asumsi
Sebagaimana dijelaskan oleh joice dan weil (1986:260-267). Model ini memiliki sejumlah karakteristik. Dasar pemikiran ini ialah konsepsi tentang masyarakat yang memiliki pandangan dan prioritas yang berbeda mengenai nilai sosial yang produktif, setiap warga negara perlu mempunyai kemampuan untuk dapat berbicara kepada orang lain dan berhasil dengan baik melakukan kesepakatan dengan orang lain. Setiap warga negara harus mampu menganalisis secara cerdas dan mengambil contoh masalah sosial yang paling tapat yang pada hakikatnya berkenaan dengan konsep keadilan, hak asasi manusia yang memang menjadi inti dari  kehidupan demokrasi. Untuk dapat melakukan aktivitas tersebut diperlukan tiga kemampuan, yakni:
1.      Mengenal dengan baik nilai yang berlaku dalam sistem hukum dan politik yang ada dilingkungan negaranya. 
2.      Memiliki seperangkat keterampilan untuk dapat digunakan dalam menjernihkan dan memecahkan masalah nilai, dan
3.      Menguasai atau memiliki pengetahuan tentang masalah politik yang bersifat kontemporer yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan negaranya.
Yang paling tepat digunakan sebagai bidang kajian dalam model ini ialah: konflik rasial dan etnis, konflik ideologi atau keagamaan, keamanan pribadi, konflik antar golongan, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan, serta keamanan nasional. Lingkup dan tingkat kerumitan dari masing-masing bidang kajian tersebut, tentu saja harus disesuaikan dengan tingkat usia dan lingkungan peserta didik.

KOMENTAR (Barriers to The Successful Integration of ICT in Teaaching and Learning Environtments)

Komentar tentang: Berbagai Hambatan  untuk keberhasiilan  Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam lingkungan belajar dan mengajar

Penggunaan ICT di kelas sangat penting untuk memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar untuk beroperasi dalam era informasi.

Temuan menunjukkan bahwa guru memiliki keinginan yang kuat untuk untuk mengintegrasikan ICT ke dalam pendidikan, tetapi terlalu banyak kendala yang harus dihadapi guru dalam mengintegrasikan ICT ke dalam pembelajaran. Kendala utama tersebut adalah kurangnya rasa percaya diri, tidak memiliki kemampuan (kompetensi), dan kurangnya akses ke sumber daya. Tidak cukup satu komponen dapat memberikan pengajaran dan pembelajaran dengan baik. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah menjadi bagian penting dari kebanyakan organisasi sekolah dan dunia bisnis (Zhang & Aikman, 2007).

Kurangnya Kompetensi Guru-ini mengacu pada kemampuan Guru. Sejumlah guru yang tidak menyadari semua program ICT menguntungkan dan tersedia bagi mereka. Penelitian di Australia menemukan bahwa banyak guru tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menggunakan komputer dan tidak antusias tentang integrasi (Bingimlas, 2009).

Resistensi terhadap perubahan dan sikap-Beberapa peneliti telah berkomentar negatif terhadap penghalang mengatakan bahwa ini adalah salah satu kendala utama yang menghentikan integrasi seperti yang mempengaruhi semua hambatan lainnya. Banyak guru yang sudah berlatih percaya yang terlalu keras, akan memakan waktu banyak atau tidak perlu menggunakan teknologi.

Tindakan mengintegrasikan TIK ke dalam mengajar dan belajar adalah proses yang kompleks dan salah satu yang mungkin menghadapi sejumlah kesulitan. Kesulitan-kesulitan ini dikenal sebagai "hambatan" (Schoepp, 2005). penghalang didefinisikan sebagai "setiap kondisi yang membuat sulit untuk membuat kemajuan atau mencapai tujuan suatu "(WordNet, 1997, seperti dikutip dalam Schoepp, 2005, hal 2). Tujuan diadakan analisis dalam makalah ini adalah untuk mengetahui keberhasilan mengintegrasikan TIK dalam bidang pendidikan sain.